SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA — Wakil Bupati (Wabup) Kolaka Utara, H. Jumarding, menjadi narasumber pada Indonesia Agricultural Investment Summit 2026 yang digelar PT Shan Hai Map di Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (9/7/2026).
Forum investasi tersebut mempertemukan unsur kementerian dan lembaga, investor, pelaku usaha, akademisi, perbankan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, hingga insan pers untuk membahas peluang investasi di sektor pertanian Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Jumarding memaparkan materi bertajuk “Peluang Hilirisasi Kelapa Terpadu Kabupaten Kolaka Utara”. Di hadapan para peserta, ia memperkenalkan potensi besar Kabupaten Kolaka Utara sebagai salah satu daerah yang berpeluang menjadi pusat industri hilirisasi kelapa di Indonesia.
Menurutnya, selain dikenal sebagai daerah pertambangan, Kolaka Utara juga memiliki potensi perkebunan kelapa yang tersebar hampir di seluruh wilayah pesisir maupun daratan dan menjadi sumber mata pencaharian ribuan masyarakat.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara itu juga memaparkan profil daerah serta perkembangan sektor perkebunan kelapa di Kolaka Utara. Berdasarkan data yang dipaparkan, luas perkebunan kelapa meningkat dari 3.516 hektare pada 2021 menjadi 3.906 hektare pada 2025 atau bertambah sekitar 9,9 persen. Sementara produksinya naik dari 3.808 ton menjadi 4.545 ton atau meningkat sekitar 16,2 persen.
Jumarding menjelaskan, komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan, tepung kelapa, desiccated coconut, coconut chips, nata de coco, cuka kelapa, arang tempurung, karbon aktif, cocopeat, cocofiber, cocomesh, hingga bahan konstruksi, mebel, dan produk kerajinan.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memiliki visi menjadikan daerah tersebut tidak hanya sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga sebagai pusat industri pengolahan kelapa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Kolaka Utara terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, hingga para investor.
Selain didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah, Kolaka Utara juga menawarkan berbagai keunggulan investasi, mulai dari dukungan pemerintah daerah terhadap investasi produktif dan berkelanjutan, tenaga kerja lokal yang siap diberdayakan, peluang pengembangan kawasan industri berbasis komoditas unggulan, hingga akses pasar domestik dan ekspor yang terus berkembang.
Dalam forum tersebut, Jumarding menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk memfasilitasi penyediaan lahan bagi pembangunan pabrik pengolahan kelapa serta menjamin ketersediaan bahan baku dari Kolaka Utara maupun daerah penyangga seperti Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana melalui program perluasan dan peremajaan kebun kelapa.
“Kami tidak ingin lagi hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Kami ingin menjadi daerah industri, menjadi pusat pengolahan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh serta berkelanjutan melalui hilirisasi kelapa,” ujar Jumarding dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).
Ia juga mengajak para investor untuk menjadikan Kolaka Utara sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor. Pemerintah daerah siap menjadi mitra yang aktif, responsif, dan solutif. Kami siap memfasilitasi kebutuhan lahan pembangunan pabrik pengolahan kelapa, menjamin ketersediaan bahan baku, serta mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” tutupnya. (b-/ST)
Laporan: Rusman Edogawa
Editor: Jumriati

















