SULTRATOP.COM, KENDARI – Sejumlah SMA Negeri di Kota Kendari masih membuka peluang bagi calon peserta didik yang belum mendapatkan sekolah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi ini terjadi setelah sebagian besar pendaftar memilih sekolah-sekolah favorit sehingga masih terdapat kuota kosong di beberapa sekolah lainnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara, kuota masih tersedia di SMAN 3 Kendari, SMAN 7 Kendari, SMAN 9 Kendari, SMAN 10 Kendari, dan SMAN 12 Kendari.
Di sisi lain, sejumlah sekolah favorit justru mengalami kelebihan peminat. SMAN 1 Kendari, misalnya, menerima sebanyak 860 pendaftar, sementara daya tampungnya hanya 540 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 2 Kendari, SMAN 4 Kendari, dan SMAN 5 Kendari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengimbau orang tua dan calon peserta didik agar tidak hanya berfokus pada sekolah favorit. Menurutnya, seluruh SMA Negeri memiliki kualitas pendidikan yang sama.
“Kami berharap calon siswa yang belum diterima di sekolah tujuan dapat memanfaatkan kuota yang masih tersedia di SMAN 3, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 10, dan SMAN 12 Kendari. Pada dasarnya semua satuan pendidikan itu sama,” kata Aris kepada awak media.
Ia menjelaskan, setelah tahapan daftar ulang selesai, calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah dapat memanfaatkan pengisian kursi kosong sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala SMAN 12 Kendari, Sudarso, mengatakan sekolahnya masih membuka kesempatan bagi calon peserta didik baru karena kuota yang tersedia belum terpenuhi. Dari total daya tampung sebanyak 216 siswa atau enam rombongan belajar (rombel), hingga saat ini baru 144 siswa yang mendaftar.
Meski jadwal utama SPMB telah berakhir, pihak sekolah tetap melayani calon peserta didik yang akan mengisi kursi kosong sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kuota kami masih tersedia. Karena itu, kami tetap membuka kesempatan bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah. SMAN 12 juga telah banyak melahirkan siswa berprestasi, bahkan diterima di sejumlah perguruan tinggi favorit di Indonesia,” kata Sudarso.
Salah seorang calon peserta didik, Tiara (14), mengaku sempat kecewa setelah gagal diterima di SMAN 4 Kendari, sekolah yang menjadi pilihannya saat mengikuti SPMB.
“Awalnya saya sempat malas mendaftar lagi karena tidak lolos di sekolah yang saya inginkan. Tapi orang tua terus memberi semangat, akhirnya saya memutuskan mendaftar di sekolah lain,” ujarnya kepada Sultratop.com, Rabu (8/7/2026).
Tiara mengaku persaingan masuk SMA Negeri tahun ini cukup ketat. Meski demikian, ia menyadari masih banyak sekolah negeri lain yang memiliki kualitas pendidikan yang baik.
Ia pun berencana mendaftar di SMAN 9 Kendari karena lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
“Saya mau daftar di SMAN 9 karena lebih dekat dari rumah. Yang penting saya tetap bisa sekolah dan belajar lebih giat,” katanya.
Dikbud Sultra berharap orang tua maupun calon peserta didik dapat memanfaatkan kuota yang masih tersedia sehingga seluruh daya tampung SMA negeri di Kota Kendari dapat terisi secara optimal. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati














