SULTRATOP.COM, KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, memimpin upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Apel Presisi Mapolda Sultra, Rabu (1/7/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, sebagai wujud komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Upacara tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Ketua DPRD Sultra, Danrem 143/Halu Oleo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, Ketua Bhayangkari Daerah Sultra beserta jajaran pengurus, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan dan elemen masyarakat lainnya.
Peserta upacara terdiri atas personel gabungan Polda Sultra bersama unsur Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, yang turut menunjukkan sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Tenggara.
Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh personel Polri yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengapresiasi dedikasi seluruh anggota Polri yang selama ini terus mengabdi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Irjen Himawan, tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui kehadiran Polri yang mampu memberikan rasa aman, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menegaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah dan peluang investasi yang terus berkembang, Sulawesi Tenggara membutuhkan situasi keamanan yang kondusif agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara optimal
Di tengah perkembangan zaman, lanjutnya, Polri juga dituntut mampu beradaptasi menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern, khususnya tindak pidana siber, sekaligus menyesuaikan penegakan hukum dengan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
“Keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat kami lakukan sendiri. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Mari kita pelihara semangat gotong royong agar stabilitas keamanan di Sulawesi Tenggara tetap terjaga,” ujar Irjen Himawan.
Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Kapolda menegaskan bahwa Polri juga memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan. Oleh karena itu, Polda Sultra berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar terus melakukan pembenahan internal melalui peningkatan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik yang berlandaskan prinsip Presisi.
Menurutnya, hasil survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 82,4 persen merupakan modal penting yang harus dijaga. Kepercayaan tersebut, kata dia, harus dibalas dengan kinerja yang semakin transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menutup amanatnya, Irjen Himawan mengajak seluruh personel Polri menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, TNI, Forkopimda, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, media massa, dan seluruh lapisan masyarakat atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin selama ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Anoa.
Menurutnya, situasi Sulawesi Tenggara yang tetap aman dan kondusif merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kemitraan yang telah terbangun diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang aman, damai, maju, dan sejahtera. (b-/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati
















