3 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Layanan Bedah Jantung Sultra Meningkat, RSJPDO Oputa Yi Koo Berhasil Lakukan Dua Operasi Bypass Jantung

  • Bagikan
Layanan Bedah Jantung Sultra Meningkat, RSJPDO Oputa Yi Koo Berhasil Lakukan Dua Operasi Bypass Jantung
Tim medis Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara sukses melakukan dua operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan pada 26 dan 27 Juni 2026. (Foto: Dinas Kominfo Sultra)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mencatat capaian penting dalam pengembangan layanan bedah jantung. Dalam dua hari berturut-turut, yakni pada 26 dan 27 Juni 2026, tim medis rumah sakit tersebut sukses melakukan dua operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa layanan bedah jantung di Sulawesi Tenggara semakin berkembang sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk menjalani tindakan serupa.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo, dr. Agus Purwo Hidayat, Sp.An-TI, Subsp. MN(K), mengatakan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari dukungan Kementerian Kesehatan melalui program pendampingan tim medis dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

“Pelaksanaan operasi ini menunjukkan bahwa kemampuan layanan bedah jantung di Sulawesi Tenggara terus meningkat. Pendampingan dari tim ahli menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetensi rumah sakit sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih optimal,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Dua pasien yang menjalani operasi berasal dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Keduanya kini menunjukkan perkembangan yang baik. Salah satu pasien telah memasuki tahap pemulihan di ruang perawatan, sementara pasien lainnya masih menjalani observasi di ruang ICU dan dijadwalkan dipindahkan ke ruang perawatan setelah kondisinya stabil.

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) RSJPDO Oputa Yi Koo, dr. Muhammad Eros Zulfikar Syafruddin, Sp.B.T.K.V., menjelaskan operasi dilakukan menggunakan dua pendekatan berbeda. Pada operasi pertama, tim menerapkan teknik on-pump beating heart dengan pemasangan dua graft, sedangkan operasi kedua menggunakan metode off-pump CABG atau bypass jantung tanpa mesin jantung-paru.

Menurutnya, teknik tanpa penggunaan mesin jantung-paru maupun tanpa penjepitan aorta tersebut bertujuan mengurangi risiko komplikasi sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien, meski tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding prosedur konvensional.

Dokter Eros, yang merupakan satu-satunya dokter BTKV di Sulawesi Tenggara ini menjelaskan, tindakan CABG diperuntukkan bagi pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner yang sudah tidak dapat ditangani melalui prosedur kateterisasi. Melalui operasi tersebut, dokter membuat jalur baru agar aliran darah tetap dapat mengalir menuju otot jantung meski pembuluh utama mengalami penyumbatan.

Pelaksanaan operasi bypass tersebut turut melibatkan tim pendamping dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang dipimpin Dr. dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV. Pendampingan mencakup seluruh tahapan, mulai dari tindakan operasi hingga perawatan pascaoperasi, sebagai bagian dari program proctorship Kementerian Kesehatan.

Saat ini, RSJPDO Oputa Yi Koo telah memiliki fasilitas dan peralatan yang memadai untuk menangani berbagai operasi jantung kompleks, baik menggunakan mesin jantung-paru maupun teknik off-pump. Selain layanan bedah jantung, rumah sakit juga melayani operasi pada organ di rongga dada, penanganan gangguan pembuluh darah, trauma dada, tumor paru, varises, hingga pembuatan akses cuci darah.

Salah seorang pasien asal Kota Kendari mengaku sempat merasa cemas sebelum menjalani operasi. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari tim dokter, ia akhirnya mantap menjalani tindakan tersebut.

“Awalnya saya takut karena banyak mendengar cerita operasi jantung itu menakutkan. Setelah dijelaskan dokter, saya menjadi yakin. Alhamdulillah pelayanannya sangat baik, dokter dan perawatnya profesional, fasilitasnya juga lengkap, dan sekarang kondisi saya terus membaik,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat yang mengalami gangguan jantung tidak lagi ragu memanfaatkan layanan di RSJPDO Oputa Yi Koo.

“Tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Di Sulawesi Tenggara sudah ada rumah sakit dengan dokter yang profesional, fasilitas lengkap, dan pelayanan yang sangat baik,” katanya. (—)

Sumber: Dinas Kominfo Sultra
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan