SULTRATOP.COM – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat banyak masyarakat terkejut. Dalam satu kali penyesuaian, harga BBM nonsubsidi tersebut melonjak sekitar 32 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Hal itu mendorong banyak warga di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beralih ke Pertalite yang masih Rp10 ribu per liter. Peralihan tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Salah seorang aparatur sipil negara (ASN), Novri (40), mengaku telah menggunakan Pertamax selama lima tahun terakhir untuk kendaraan roda dua miliknya. Menurutnya, BBM dengan nilai oktan lebih tinggi dipilih untuk menjaga performa mesin.
“Saya sudah lama menggunakan Pertamax karena memahami kebutuhan mesin 150 cc yang saya gunakan. Tujuannya agar performa kendaraan tetap stabil dan mesin lebih terawat,” ungkap Novri, pada Sabtu lalu (13/6/2026).
Namun, kenaikan harga Pertamax membuatnya mempertimbangkan pengeluaran bulanan. Ia pun memutuskan beralih ke Pertalite untuk sementara waktu.
“Sekarang saya lebih fokus berhemat karena kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak juga meningkat,” katanya.
Seperti yang diungkapkan oleh Novri tersebut, dampak kenaikan BBM memang tidak berhenti di SPBU.
Ketika harga energi meningkat, efeknya dapat merambat ke berbagai sektor kehidupan. Biaya distribusi barang naik, ongkos transportasi bertambah, dan pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.
Artinya, yang sedang mengalami kenaikan bukan hanya biaya mengisi tangki kendaraan, tetapi juga biaya menjalani aktivitas harian.
Bukan Cuma Pengguna Kendaraan yang Terdampak
Banyak orang mengira kenaikan BBM hanya akan dirasakan oleh pemilik kendaraan bermotor. Faktanya, hampir seluruh lapisan masyarakat dapat terkena dampaknya.
Ketika biaya transportasi dan logistik meningkat, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya distribusi yang lebih besar. Dalam banyak kasus, kenaikan biaya tersebut akan ikut memengaruhi harga barang dan jasa yang dibeli masyarakat.
Mulai dari kebutuhan rumah tangga, makanan, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari berpotensi mengalami tekanan harga akibat meningkatnya biaya distribusi.
Karena itu, kenaikan BBM sering disebut memiliki efek domino yang menjalar ke banyak sektor kehidupan.
Tekanan Pengeluaran Datang dari Berbagai Arah
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, transportasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Berangkat kerja, mengantar anak sekolah, berbelanja, hingga menjalankan usaha sehari-hari semuanya membutuhkan mobilitas.
Masalahnya, kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi ketika berbagai kebutuhan rumah tangga juga terus mengalami kenaikan. Harga bahan pokok, biaya pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya telah lebih dulu memberikan tekanan pada keuangan keluarga.
Akibatnya, banyak rumah tangga harus menghadapi beban ganda. Di satu sisi biaya transportasi meningkat, sementara di sisi lain harga barang dan jasa berpotensi ikut naik karena biaya distribusi yang semakin mahal.
Tidak heran jika banyak masyarakat merasa pengeluaran bulanan semakin besar meskipun pola hidup mereka tidak banyak berubah.
Yang Mengkhawatirkan Bukan Hari Ini, Tetapi Besok
Kenaikan harga Pertamax mungkin masih bisa disesuaikan oleh sebagian masyarakat. Namun persoalan yang lebih besar adalah ketidakpastian yang muncul setelahnya.
Harga energi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari harga minyak dunia hingga kondisi geopolitik internasional. Situasi tersebut membuat biaya transportasi menjadi semakin sulit diprediksi dalam jangka panjang.
Yang lebih mengejutkan, sejumlah pengamat menilai harga BBM yang dinikmati masyarakat selama ini belum sepenuhnya mencerminkan harga keekonomian sebenarnya. Artinya, masyarakat tidak bisa begitu saja berasumsi bahwa biaya transportasi akan selalu berada di level yang sama.
Ketidakpastian inilah yang mulai membuat banyak orang berpikir ulang tentang cara mereka bermobilitas setiap hari.
Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Membesar
Banyak orang menganggap tambahan biaya belasan ribu rupiah per hari sebagai sesuatu yang tidak terlalu signifikan.
Padahal, pengeluaran yang terjadi setiap hari sering kali menjadi sumber kebocoran keuangan terbesar dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, tambahan Rp20.000 per hari akibat kenaikan biaya transportasi setara dengan sekitar Rp600.000 per bulan. Dalam setahun, jumlahnya bisa mencapai Rp7,2 juta.
Angka tersebut mungkin cukup untuk biaya pendidikan, dana darurat keluarga, renovasi rumah kecil, atau kebutuhan penting lainnya.
Inilah alasan mengapa semakin banyak masyarakat mulai memperhatikan bukan hanya harga kendaraan yang digunakan, tetapi juga biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap hari.
Saatnya Memikirkan Mobilitas yang Lebih Efisien
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, efisiensi menjadi pertimbangan yang semakin penting dalam memilih kendaraan.
Masyarakat kini tidak hanya mencari kendaraan yang mampu mengantarkan mereka dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga mulai mencari solusi mobilitas yang dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali.
Inilah yang membuat kendaraan listrik semakin banyak dilirik sebagai alternatif transportasi harian. Selain biaya energinya relatif lebih rendah, pengeluaran operasionalnya juga cenderung lebih mudah diperkirakan dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.
Untuk kebutuhan seperti berangkat kerja, berbelanja, mengantar anak sekolah, atau aktivitas dalam kota, sepeda listrik menjadi salah satu pilihan yang mulai dipertimbangkan banyak masyarakat.
Cara Memilih Sepeda Listrik Paling Aman untuk Kebutuhan Harian
Meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik membuat pilihan produk di pasaran semakin beragam. Namun sebelum memutuskan membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Harian
Jangan hanya tergiur desain atau harga promo. Pilih sepeda listrik yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari, baik dari sisi jarak tempuh, kapasitas baterai, maupun kenyamanan berkendara.
Jika digunakan setiap hari untuk bekerja atau beraktivitas dalam kota, pastikan daya tahan baterainya mampu mendukung kebutuhan tersebut.
2. Pastikan Memiliki Layanan Purna Jual
Banyak konsumen hanya fokus pada harga beli, padahal layanan setelah pembelian sama pentingnya.
Pastikan merek yang dipilih memiliki jaringan service center, ketersediaan suku cadang, serta garansi yang jelas agar penggunaan kendaraan lebih nyaman dalam jangka panjang.
3. Utamakan Faktor Keamanan
Jika sedang mencari sepeda listrik paling aman, jangan hanya melihat desain dan harga. Perhatikan kualitas baterai, sistem pengereman, standar produksi, fitur keamanan seperti alarm dan wheel lock, hingga sertifikasi yang dimiliki produk. Semakin lengkap sistem keamanannya, semakin nyaman kendaraan digunakan dalam jangka panjang.
4. Hitung Biaya Operasional Jangka Panjang
Harga beli hanyalah satu bagian dari total biaya kepemilikan kendaraan.
Yang lebih penting adalah berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahun untuk mengoperasikannya.
Semakin efisien biaya operasionalnya, semakin besar potensi penghematan yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Memilih Solusi, Bukan Sekadar Kendaraan
Kenaikan harga BBM menjadi pengingat bahwa biaya transportasi merupakan salah satu pengeluaran yang perlu dikelola dengan bijak.
Karena itu, semakin banyak masyarakat mulai mencari kendaraan yang tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali.
Saat ini tersedia berbagai pilihan sepeda listrik di Indonesia, termasuk GODA yang menawarkan berbagai model untuk kebutuhan mobilitas harian dengan dukungan layanan purna jual, garansi, dan fitur keamanan yang semakin lengkap.
Pada akhirnya, memilih kendaraan bukan hanya soal harga beli. Bagi banyak orang, mencari sepeda listrik paling aman justru menjadi investasi jangka panjang yang lebih penting.
Dengan dukungan fitur keamanan, layanan purna jual, serta garansi yang jelas, pengguna dapat berkendara dengan lebih nyaman dan tenang. Salah satu pilihan yang tersedia di Indonesia adalah GODA yang menawarkan berbagai model sepeda listrik dengan fitur keamanan dan dukungan aftersales yang lengkap. (===)
Editor: Muhamad Taslim Dalma



















