SULTRATOP.COM, JAKARTA – Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan dampak yang bermakna melalui bisnis yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Komisaris Utama Telkomsel yang juga Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, dunia usaha dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam mendorong praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurut Diaz, Telkomsel menunjukkan kepedulian nyata terhadap isu keberlanjutan meski bukan perusahaan yang bergerak di sektor ekstraktif.
“Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/6/2026).
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Ia mengatakan sebesar apa pun pertumbuhan yang dicapai perusahaan akan kehilangan makna apabila lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat menurun.
“Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” katanya.
Dalam implementasinya, Telkomsel menjalankan tiga fokus utama keberlanjutan.
Pada pilar Jaga Cita, perusahaan terus memperluas akses digital sekaligus memberdayakan talenta Indonesia agar dapat tumbuh dan berpartisipasi dalam ekonomi digital.
Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C dengan dukungan lebih dari 293 ribu BTS yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di lebih dari 360 desa blank spot.
Selain itu, sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda mendapatkan pembinaan melalui berbagai program sosial berbasis digital. Di internal perusahaan, penguatan kompetensi karyawan juga terus dilakukan, termasuk dalam bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.
Sementara melalui Jaga Data, Telkomsel berupaya menjaga kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan layanan yang aman dan andal. Penguatan tata kelola dilakukan melalui penerapan sistem manajemen informasi yang mengacu pada standar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data dan keamanan siber. Adapun pada pilar Jaga Bumi, Telkomsel berfokus mengurangi jejak karbon sekaligus memastikan layanan tetap tersedia saat dibutuhkan masyarakat.
Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya dan mikrohidro. Perusahaan juga mengelola 100 persen limbah elektronik melalui skema daur ulang, penggunaan kembali, atau peremajaan. Selain itu, seluruh kemasan kartu SIM kini menggunakan material kertas yang lebih ramah lingkungan.
Upaya pelestarian lingkungan turut diwujudkan melalui penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025. Telkomsel juga terus memperkuat ketahanan infrastruktur layanan, mulai dari BTS, Telkomsel Telecommunication Center (TTC), hingga gedung operasional, guna menghadapi risiko perubahan iklim.
Dampak keberlanjutan Telkomsel juga dirasakan oleh berbagai pihak yang menjadi bagian dari ekosistem perusahaan. Sepanjang 2025, sekitar 83 persen dari total pendapatan perusahaan didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, serta karyawan.
Kontribusi tersebut turut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai daerah dan menjadi bagian penting dalam membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, mengatakan perjalanan menuju bisnis yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi serta membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari implementasi strategi keberlanjutan GoZero yang dijalankan secara terintegrasi di lingkungan Telkom Group. Ke depan, Telkomsel akan terus berkontribusi dalam mendukung target pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang telah dicanangkan grup perusahaan. (—)



















