6 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Industri Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

  • Bagikan
Industri Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha

SULTRATOP.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Tenggara tetap tumbuh positif pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja sektor perbankan, meningkatnya aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian yang berlangsung pada awal tahun ini.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

“Kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara pada awal tahun 2026 tetap menunjukkan tren positif. Stabilitas sektor jasa keuangan daerah terjaga dengan baik, ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital yang semakin luas dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/5/2026).

Pada sektor perbankan, total aset perbankan Sulawesi Tenggara tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp33,75 triliun atau tumbuh 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tabungan masih menjadi komponen terbesar dalam DPK dengan porsi mencapai 67,4 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap kuat.

Dari sisi penyaluran kredit, perbankan Sulawesi Tenggara menyalurkan kredit sebesar Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen secara tahunan. Kredit konsumsi mendominasi dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja sebesar 32 persen dan kredit investasi sebesar 19,6 persen.

Kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat berada pada level 1,85 persen, yang masih berada dalam kategori sehat.

Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Tenggara. Sektor rumah tangga, perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan masih menjadi sektor utama yang menopang penyaluran kredit daerah.

Pada sektor pasar modal, minat masyarakat terhadap investasi juga terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Tenggara yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan investor reksa dana, saham, dan Surat Berharga Negara (SBN). Aktivitas transaksi saham masyarakat juga tercatat tetap tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp447,92 miliar melalui 134.502 transaksi.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), kinerja industri juga menunjukkan tren positif. Industri perasuransian membukukan total premi sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Sementara perusahaan pembiayaan mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp6,90 triliun atau meningkat 2,91 persen secara tahunan.

Layanan keuangan digital melalui fintech lending juga terus berkembang. Outstanding pinjaman fintech per Desember 2025 mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) masih terkendali pada level 1,48 persen.

Menurut Bismi, penguatan sektor jasa keuangan tidak hanya ditopang pertumbuhan industri, tetapi juga peningkatan literasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bijak.

“OJK Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ke depan, OJK Sulawesi Tenggara akan terus mendorong penguatan inklusi keuangan, pengembangan ekonomi daerah, serta peningkatan literasi dan pelindungan konsumen guna menciptakan ekosistem jasa keuangan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (—)

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan