SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Warga di Kabupaten Muna Barat (Mubar) digegerkan dengan kasus pencurian sapi yang tergolong sadis. Pasalnya, hewan ternak milik warga tidak hanya dicuri, tetapi juga di sembelih di lokasi kejadian dengan kondisi menyisakan bagian kepala, tulang, serta isi perutnya saja.
Peristiwa itu terjadi di Desa Sangia Tiworo, Kecamatan Tiworo Selatan, pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 19.00 Wita atau pukul 7 malam. Aksi tersebut tergolong kian nekat, sebab pada jam itu aktivitas warga masih cukup tinggi. Sejumlah warga masih berada di luar rumah, baik untuk berinteraksi, maupun beraktivitas sehari-hari lainnya.
Sapi tersebut diketahui merupakan milik Kahar, namun dalam kesehariannya dititipkan untuk dipelihara oleh La Harufi. Sistem penitipan ternak seperti ini memang lazim dilakukan warga setempat, baik karena faktor keterbatasan lahan maupun kesibukan pemilik.
“Iya, ada pencurian hewan ternak warga kami. Ada dua ekor hewan ternak (sapi) warga jadi korban. Satu sudah dalam kondisi sudah dipotong-potong dan menyisakan kepala, tulang dan isi perutnya. Sementara, satu ekornya masih utuh dan namun sudah mati,” kata Kepala Desa Sangia Tiworo, Muh Jie Hendryk Madek dihubungi melalui telepon selulernya.
Gulid sapaan akrabnya tidak habis pikir dengan aksi para pencuri ini. Sebab, menurutnya aksi para pencuri terbilang nekat, yakni melancarkan aksinya bisa di bilang belum terlalu larut malam.
“Itu sapi diikat tidak jauh dari rumah warga. Warga sempat berpapasan dengan para pencuri ini. Warga melihat pelakunya dua orang dengan mengendarai sepeda motor,” ucapnya.
Ia menduga para pelaku melakukan aksinya pada malam hari untuk menghindari perhatian warga. Modus ini dinilai terencana, mengingat pelaku hanya mengambil bagian daging dan meninggalkan bagian yang tidak bernilai jual tinggi di lokasi.
“Kami sangat khawatir. Ini bukan pertama kali kejadian seperti ini di Muna Barat, sudah banyak kejadian di desa-desa lain. Cara pelakunya juga sudah sangat berani dan sadis,” tuturnya.
Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga ternaknya secara lebih intensif. Guna mencegah aksi serupa terjadi kembali di kemudian hari.
Sebagai informasi, kejadian pencurian sapi dengan cara menyembelih di lokasi semakin marak terjadi dan meresahkan warga. Bukan saja, di Desa Sangia Tiworo yang mengalami kejadian serupa, tetapi di beberapa desa seperti di Desa Wandoke, Sido Makmur, Wapae Jaya, dan lainnya. (B/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















