19 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Harga Plastik Terus Naik di Kendari, Pedagang Keluhkan Keuntungan Menyusut

  • Bagikan
Harga Plastik Terus Naik di Kendari, Pedagang Keluhkan Keuntungan Menyusut
Seorang konsumen memilih kantong plastik kemasan di salah satu distributor plastik di Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Para pedagang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai mengeluhkan lonjakan harga plastik yang terjadi sejak bulan Ramadan dan belum juga turun hingga kini. Kenaikan ini dinilai langsung menggerus keuntungan para pedagang, bahkan membuat sebagian dari mereka resah.

Salah satu distributor plastik di Mandonga, Anggi, mengungkapkan kenaikan harga plastik kemasan mulai terasa sejak pertengahan Ramadan. Setelah libur Idulfitri, harga terus merangkak naik secara bertahap.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Menurutnya, mahalnya bahan plastik tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga pada ketersediaan barang. Sejumlah produk kemasan bahkan sempat langka di pasaran, memaksa distributor mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi stok.

“Semua bahan plastik, termasuk kemasan mika, ikut naik. Dampaknya pembeli berkurang. Di sisi lain, stok juga terbatas, jadi konsumen kesulitan mendapatkan barang yang mereka butuhkan,” ujar Anggi, ditemui Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, keluhan dari konsumen semakin meningkat. Bahkan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap kondisi ini.

Hal senada disampaikan Wa Ode Nur Khafia, distributor bahan kemasan plastik di Wua-Wua. Ia mengaku harus memutar strategi harga agar konsumen tetap mampu membeli, meski margin keuntungan semakin menipis.

Harga Plastik Terus Naik di Kendari, Pedagang Keluhkan Keuntungan Menyusut
Konsumen memilih produk Thinwall atau kemasan kap serbaguna untuk dibeli dalam keperluan dagangan. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

“Kenaikan paling terasa di pelaku usaha makanan dan minuman. Dulu harga styrofoam masih terjangkau, sekarang naik dari Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu. Jujur, keuntungan kami jadi sangat tipis. Tapi kami tetap berupaya agar pedagang kecil, seperti penjual nasi kuning dan minuman, tidak terlalu terbebani,” ungkapnya.

Di tingkat pedagang, dampaknya terasa lebih nyata. Rahma, pedagang sayur di Pasar Mandonga, mengaku keberatan dengan kenaikan tersebut karena sebagian besar keuntungannya kini habis untuk membeli plastik.

“Dulu kantong plastik per pak Rp10 ribu, sekarang sudah Rp15 ribu. Ini sangat memberatkan kami yang hanya pedagang sayur,” keluhnya.

Sementara itu, pedagang di Pasar Panjang, Nurliana, hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut.

“Kami ini pedagang kecil, mau mengadu ke siapa kalau kondisi seperti ini?” tegasnya.

Berikut daftar kenaikan harga bahan kemasan plastik di Kota Kendari:

  • Styrofoam: dari Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu.
  • Thinwall: dari Rp28 ribu menjadi Rp35 ribu.
  • Thinwall mangkok: dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu
  • Paper bowl: dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu
  • Gelas minuman: dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu.
  • Plastik jadi: dari Rp30 ribu menjadi Rp43 ribu.
  • Kertas nasi: dari Rp125 ribu menjadi Rp155 ribu.
  • Plastik wrapping: dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu.
  • Botol plastik: dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu.
  • Kantong kresek: naik rata-rata Rp5 ribu (kisaran Rp5 ribu–Rp50 ribu).

Sementara itu, beberapa komoditas lainnya masih terpantau stabil:

  • Mika: Rp25 ribu.
  • Tali rafia: Rp25 ribu/kg.
  • Karet: Rp15 ribu.
  • Lakban: Rp30 ribu. (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan