SULTRATOP.COM, KENDARI — Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kota Kendari dan sekitarnya pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi cuaca pada pertengahan Januari dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Berdasarkan hasil analisis radar cuaca, terpantau fenomena hujan lebat yang disertai guntur dan angin kencang di perairan Saponda dan sekitarnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh keberadaan awan Cumulonimbus yang memicu terjadinya downdraft cukup kuat.
Kecepatan angin tercatat mencapai 20–30 knot dengan arah angin dari timur hingga tenggara. Dengan kecepatan tersebut, angin dapat membangkitkan gelombang di perairan Saponda setinggi sekitar 1,0–1,5 meter.
Prediksi cuaca sepekan ke depan untuk wilayah perairan Sulawesi Tenggara, seperti Baubau, Teluk Bone bagian selatan, Wakatobi, dan Laut Banda bagian selatan, menunjukkan tinggi gelombang berkisar antara 0,5–2,0 meter dengan kecepatan angin 6–20 knot.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menyampaikan bahwa peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai guntur dan angin kencang telah melanda wilayah Konawe, Kolaka Timur, Buton Selatan, hingga Wakatobi.
“Kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik terhadap potensi meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah di Sultra dan peningkatan tinggi gelombang di perairan Selatan Sultra,” ujar Faizal kepada media, Senin (12/1/2026).
Selain itu, BMKG juga mendorong masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif secara proporsional agar aktivitas tetap dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan instansi terkait guna memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, masyarakat dapat menghubungi hotline BMKG melalui nomor operator 0811-4005-929,” pungkasnya. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno

















