SULTRATOP.COM, KOLAKA – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam memberdayakan masyarakat di wilayah operasionalnya kembali membuahkan hasil nyata. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, sukses menggelar panen perdana jagung pakan, Kamis (8/1/2026).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi lahan tidur menjadi sumber ekonomi baru bagi warga setempat. Lahan seluas puluhan hektare yang sebelumnya terbengkalai kini kembali produktif dan memberikan nilai tambah bagi ketahanan pangan lokal.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, mengungkapkan bahwa lahan yang dikelola Kelompok Tani Padaidi ini sempat dibuka pada tahun 2015, namun kemudian tidak terurus.
“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujar Asmanuddin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menjelaskan bahwa produktivitas lahan saat ini sangat menjanjikan. Dari hasil ubinan, rata-rata produksi mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.
“Harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi 22 anggota kami untuk terus memperluas area tanam,” kata Baharuddin yang kelompoknya baru terbentuk pada November 2023 lalu.
Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional, khususnya melalui proyek IGP Pomalaa.
“Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Program ini adalah wujud nyata PT Vale dalam memberdayakan petani dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada,” tegas Endra.
Ia menambahkan, PT Vale akan terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk memastikan sektor pertanian menjadi pilar ekonomi yang inklusif dan tangguh.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini, PT Vale berharap penghidupan kembali lahan-lahan tidur tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi jangka panjang yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Kolaka. (*/ST)



















