SULTRATOP.COM, KENDARI – Perjalanan panjang dari level birokrasi paling bawah akhirnya mengantarkan Muhammad Fadlansyah ke puncak karier aparatur sipil negara (ASN) di tingkat pemerintah daerah.
Muhammad Fadlansyah resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Gubernur Sultra di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (18/5/2026).
Di balik pelantikan tersebut, tersimpan kisah pengabdian yang telah ditempuh selama lebih dari tiga dekade. Pria berusia 51 tahun itu mengaku telah berstatus ASN sejak 1993, bertepatan saat dirinya mulai menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Hingga kini, masa pengabdiannya telah mencapai 33 tahun
“Saya diangkat menjadi pegawai tahun 1993, jadi masa kerja saya sudah 33 tahun,” ujarnya usai pelantikan.
Karier Muhammad Fadlansyah tidak dibangun secara instan. Perjalanannya dimulai saat menempuh pendidikan di STPDN pada 1993 dan menyelesaikannya pada 1997. Setelah lulus, ia mendapat penempatan pertama di Kota Kendari dan mulai meniti karier birokrasi dari level paling bawah hingga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai lurah, kemudian menjadi sekretaris kecamatan (sekcam), hingga pelaksana camat.
Kariernya terus menanjak. Pada 2023, ia dipercaya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra. Setahun kemudian, tepatnya pada Maret 2024, Fadlansyah ditunjuk sebagai Pj Sekda Kolaka dan kembali mendapat perpanjangan masa jabatan pada Juli 2024.
Tak lama berselang, pada Agustus 2024, ia kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Pj Bupati Kolaka. Memasuki 2026, ia dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sultra, sebelum kemudian dipercaya menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Sultra menggantikan Asrun Lio.
Kini, amanah sebagai Pj Sekda Sultra menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan karier birokrat pria kelahiran Baubau tahun 1975 tersebut.
Menurut Muhammad Fadlansyah, jabatan sekda provinsi merupakan posisi karier tertinggi yang dapat dicapai ASN di lingkup pemerintah daerah.
“Tentu ada kepuasan sendiri karena jabatan Sekda Provinsi itu jabatan karier tertinggi bagi ASN di tingkat pemerintah daerah, khususnya provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur mendapat kepercayaan tersebut dan bertekad menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi saya berada di titik ini adalah kebanggaan tersendiri. Saya sangat bersyukur mendapat amanah ini dan yang paling utama adalah bagaimana saya bisa menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya,” tambahnya.
Dalam pelantikan itu, Gubernur Sultra juga memberikan pesan khusus kepada Muhammad Fadlansyah untuk memaksimalkan koordinasi lintas perangkat daerah dan memperkuat kerja tim di lingkungan pemerintahan.
Kata Fadlansyah, gubernur mengingatkan kepadanya bahwa kesempatan memimpin birokrasi di level tertinggi tidak datang dua kali.
“Pak Gubernur menyampaikan kepada saya agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Beliau bilang kesempatan itu hanya sekali dan tidak datang dua kali,” ujarnya.
Pesan lain yang diterimanya adalah memastikan seluruh organisasi perangkat daerah bekerja secara terkoordinasi dan bergerak dalam satu arah pembangunan.
“Kita ini kerja tim. Itu yang beliau tekankan, bagaimana mengoordinasikan pelaksanaan tugas di perangkat daerah agar bisa bekerja maksimal,” katanya. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani


















