SULTRATOP.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka stan yang dirancang sebagai titik edukasi sekaligus konsultasi di Sultra Maimo Sharia Fest yang berlangsung pada 24-27 April 2026 di Lippo Plaza Kendari.
Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa berinteraksi langsung terkait berbagai persoalan keuangan.
Asisten Manajer PEPK dan LMST OJK Sultra, Linda menjelaskan, kehadiran stan itu bertujuan untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat secara praktis dan mudah diakses.
“Di sini kami memberikan edukasi keuangan, baik umum maupun syariah. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap investasi ilegal dan berbagai modus penipuan yang saat ini marak,” ujarnya.
Menurut Linda, literasi keuangan masih menjadi tantangan utama di daerah. Karena itu, momentum festival dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat lebih luas dengan pendekatan yang lebih santai namun tetap informatif.
Tak hanya edukasi, OJK juga membuka layanan pengaduan langsung melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK). Masyarakat yang memiliki keluhan terhadap layanan jasa keuangan dapat menyampaikannya secara langsung di lokasi.
“Semua pengaduan akan terhubung dengan sistem pusat, sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Ini memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor,” jelasnya.
Salah satu layanan yang paling banyak diminati pengunjung adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Banyak masyarakat ingin mengetahui riwayat kredit mereka, yang kerap menjadi penentu dalam pengajuan pinjaman atau pembiayaan.
Melihat tingginya minat tersebut, OJK Sultra turut memberikan edukasi tentang cara membaca hingga memperbaiki data SLIK. Bahkan, masyarakat juga diarahkan memanfaatkan data tersebut sebagai dokumen pendukung untuk mengakses pembiayaan usaha.
“Permintaan informasi SLIK cukup tinggi. Prosesnya juga mudah karena bisa dilakukan secara online, dan hasilnya dikirim ke email dalam waktu maksimal tiga hari kerja,” tambah Linda.
Melalui kehadiran di Maimo Fest, OJK Sultra berharap masyarakat tidak hanya semakin paham mengelola keuangan, tetapi juga lebih kritis dalam menghadapi berbagai tawaran investasi dan layanan keuangan. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani


















