18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Cerahnya Cuaca, Redupnya Pembeli: Pedagang Takjil Kendari Hadapi Ramadan Berat

  • Bagikan
Cerahnya Cuaca, Redupnya Pembeli: Pedagang Takjil Kendari Hadapi Ramadan Berat
Penjual takjil di kawasan Bundaran Mandonga yang mengalami penurunan omzet. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Langit cerah yang menyelimuti Kota Kendari di awal Ramadan 1447 Hijriah ternyata tak secerah harapan para pedagang takjil di Bundaran Mandonga.

Di tengah deretan lapak es cendol, gorengan, hingga kue tradisional, suasana jelang berbuka justru terasa lengang karena pembeli tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Sejumlah pedagang mengaku harus menghadapi awal puasa 2026 ini dengan omzet yang menurun drastis. Bahkan ada yang menyebut pendapatannya nyaris tak cukup menutup modal, menjadikan Ramadan tahun ini terasa lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan media ini, Kamis (19/2/2026), puluhan penjual takjil seperti es cendol, pisang ijo, es teler, es buah, gorengan, siomai hingga kue tradisional tampak menghadapi minimnya antusias pembeli.

Penjual aneka kue tradisional, Lisma mengatakan, selama 16 tahun menjalani usaha tersebut baru kali ini dagangannya kurang diminati pengunjung.

“Saya mulai berjualan sejak jam 8 pagi hingga 9 malam. Jualan saya berbagai macam aneka kue seperti onde-onde, kue lumpur, bolu gulung, cucur dan lainnya. Paling banyak dicari pembeli itu gorengan seperti kandoang dan risol. Dulu kalau laris saya dapat bersih Rp400 ribu per hari, sekarang tidak demikian,” kata Lisma.

Hal senada juga diungkapkan Heni, penjual minuman dingin. Ia menyebutkan bahwa di awal Ramadan tahun ini pendapatannya nyaris nihil.

“Saya jual es cincau Rp8 ribu, es buah Rp8 ribu, dan es kelapa muda Rp10 ribu. Tahun ini kurang sekali kita dapat, tidak tahu juga kenapa. Beberapa tahun yang lalu empat robo (wadah plastik) habis. Sekarang kita hanya menyesuaikan saja dengan yang orang beli,” imbuhnya.

Salah satu pembeli, Misna mengungkapkan bahwa ia hanya mampu membeli gorengan dan siomai karena kondisi ekonomi yang terbatas.

“Beli takjil hanya es buah dan gorengan karena uang hanya itu, jadi menyesuaikan keadaan. Besok kita belanja takjil lagi,” ungkapnya. (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan