SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, umat Hindu di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Festival Ogoh-ogoh ke-11 di Lapangan Sepak Bola Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Jumat (13/3/2026).
Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Ketua TP PKK Muna Barat Rhika Purwaningsih Darwin, Pj Sekda Muna Barat Ibrahim Rasimu, sejumlah pimpinan OPD, tokoh masyarakat Hindu, Ketua Peradah Muna Barat Wawan Dedi, serta dihadiri masyarakat setempat.
Sebanyak lima desa mengikuti festival ogoh-ogoh, yakni Desa Kasimpa Jaya, Labokolo, Wulanga Jaya, Wapae Jaya, dan Sukadamai. Selain itu, ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Muna Barat juga menampilkan tradisi Mepeed yang diikuti delapan desa.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengapresiasi terselenggaranya festival ogoh-ogoh oleh umat Hindu di daerah tersebut. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, tetapi juga sarana melestarikan budaya sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Festival ogoh-ogoh ini menjadi kebanggaan umat Hindu dalam melestarikan budaya. Muna Barat merupakan miniatur budaya Indonesia karena berbagai suku, agama, ras, dan adat hidup berdampingan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta memperkuat kerukunan masyarakat,” kata Darwin.
Ia juga menilai antusiasme umat Hindu dalam festival ogoh-ogoh tahun ini sangat tinggi. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan anggaran untuk pelaksanaan festival pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, pemerintah daerah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp10 juta untuk masing-masing dari delapan desa yang memiliki umat Hindu. Dengan dukungan tersebut, diharapkan seluruh desa dapat berpartisipasi dalam festival ogoh-ogoh ke depan.
Darwin menambahkan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan di Muna Barat. Ia berharap kegiatan budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena menjadi daya tarik tersendiri sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sementara itu, Ketua DPK Peradah Muna Barat, Wawan Dedi, mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong generasi muda Hindu agar aktif menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.
Menurutnya, festival ogoh-ogoh bukan sekadar kegiatan seni dan budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi yang menjadi bagian dari identitas mereka.
“Melalui tema Harmoni Nusantara: Bersatu dalam Kreativitas dan Tradisi di Bumi Muna Barat, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mempersatukan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap festival ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan tradisi.
Wawan menjelaskan ogoh-ogoh merupakan karya seni dalam budaya Hindu yang diwujudkan dalam bentuk patung tiga dimensi dengan karakter dan simbol kekuatan tertentu.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang telah membantu terselenggaranya festival tersebut.
Festival Ogoh-Ogoh ke-11 ini disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. Berbagai ogoh-ogoh yang diarak menampilkan bentuk dan karakter unik hasil kreativitas para peserta, seperti Maskumambang, Penunggu Karang, Kala Rudra Bhairawa, Warak Keruron, dan lainnya. (b-/ST)
Laporan: Adin



















