SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muna Barat mulai menyalurkan bantuan air bersih ke 12 desa di wilayah kepulauan yang terdampak bencana gelombang tinggi dan angin kencang, Jumat (13/2/2026).
Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan instruksi Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, untuk membantu 12 desa kepulauan yang terdampak cuaca ekstrem tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Muna Barat, Muh. Naazirun, didampingi Tim Tanggap Darurat serta Camat Tiworo Utara, Asri.
Kepala BPBD Muna Barat, Muh. Naazirun, mengatakan 12 desa di wilayah kepulauan terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir, yang menyebabkan terganggunya suplai air bersih ke desa-desa di Kepulauan Selat Tiworo.
Menurut Naazirun, selama ini kebutuhan air bersih masyarakat sangat bergantung pada distribusi dari daratan utama yang dikirim menggunakan kapal penyeberangan. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang menghambat operasional transportasi laut sehingga distribusi air tidak dapat berjalan normal.
“Akibatnya berdampak langsung pada ketersediaan air layak konsumsi bagi masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah segera mengaktifkan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan mobil tangki air dukungan teknis dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PU untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Jadi mulai hari ini, kita salurkan bantuan air bersih ini,” kata Naazirun.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Mubar, Jabur menegaskan bahwa distribusi air bersih ini dilakukan secara terjadwal dan diprioritaskan bagi desa dengan tingkat kerentanan tertinggi.
“Sebanyak 12 desa di wilayah kepulauan yang selama ini bergantung pada suplai air dari daratan melalui kapal kini terdampak langsung akibat cuaca ekstrem. Kami memastikan distribusi darurat berjalan setiap hari sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Jabur menambahkan tim logistik terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat kecamatan untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran. Selain itu, kata Jabur, pihaknya menjamin tidak terjadi kekosongan suplai air di titik-titik prioritas seperti fasilitas kesehatan, sekolah, dan rumah ibadah.
“Tim gabungan juga melakukan asesmen terhadap sistem distribusi air bersih jangka menengah guna memperkuat ketahanan wilayah kepulauan terhadap potensi gangguan serupa di masa mendatang,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemkab Mubar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, status tanggap darurat masih diberlakukan dan distribusi air bersih terus dilakukan secara bertahap sampai suplai reguler melalui jalur laut dapat kembali normal. (B/ST)
Laporan : Adin
















