SULTRATOP.COM, KENDARI – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Konawe meraih penghargaan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Award dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai Bank Terinovatif dalam Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih.
Penghargaan ini diterima langsung Direktur Utama PT BPR Bahteramas Konawe Ahmat dalam perayaan Hari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar pada 24-25 Oktober 2026 di Kawasan Tugu Religi Sultra, Kendari.
Kepala OJK Sultra Bimsi Maulana Nugraha mengatakan, penghargaan ini menjadi capaian penting bagi perusahaan dalam mendorong inovasi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut mencerminkan peran sinergi antara sektor perbankan dan masyarakat dalam mendukung penguatan inklusi keuangan, khususnya di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kami mengapresiasi inovasi ini, kolaborasi antara lembaga jasa keuangan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha produktif,” ujar Bismi Maulana Nugraha.
OJK berharap penghargaan PUJK Award ini dapat menjadi motivasi bagi PT BPR Bahteramas Konawe dan industri jasa keuangan lainnya untuk terus berinovasi, memperkuat literasi keuangan, serta menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dirut PT BPR Bahteramas Konawe Ahmat turut menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perluasan akses keuangan dengan menghadiri langsung pembukaan BIK 2026.
Kata dia, partisipasi tersebut menjadi bagian dari dukungan PT BPR Bahteramas Konawe terhadap upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Bumi Anoa.
Penghargaan PUJK Award sebagai Bank Terinovatif dalam Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Ketua Perbarindo Sultra itu menambahkan, PT BPR Bahteramas Konawe akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha mikro.
Upaya tersebut juga sejalan dengan pentingnya peningkatan literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta penggunaan produk dan layanan keuangan secara bijak.
“Bagi kami, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus berinovasi, mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat,” ujarnya.


















