SULTRATOP.COM, MUNA – Atlet renang asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil memborong 16 medali emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Renang 2026 yang digelar di Kota Kendari pada 9–11 Oktober 2026 lalu.
Selain emas, kontingen Muna juga membawa pulang 42 medali perak dan 32 medali perunggu, menegaskan prestasi atlet akuatik daerah tersebut di ajang tingkat provinsi.
Dari 50 atlet renang yang dikirim pada ajang tersebut, tim Akuatik Laende menempatkan 17 atlet yang berhasil membawa pulang medali.
Pelatih renang Akuatik Laende, Abdullah, mengatakan keikutsertaan timnya dalam Kejurda Renang di Kendari cukup mengesankan. Pasalnya, para atlet berhasil mengoleksi 16 medali emas, 42 medali perak, dan 32 medali perunggu.
“Revensya menjadi atlet terbanyak yang membawa pulang emas dari berbagai nomor. Ada 9 emas dan 5 perak serta 2 perunggu,” terang Abdullah, Selasa (21/10/2026).
Selain Revensya, atlet lainnya yang berhasil meraih medali emas yakni Waode Nur Azizah. Ia mengoleksi dua medali emas di nomor 50 dan 100 meter gaya dada, satu medali perak, serta empat medali perunggu.
“Ada Aisyah Putri juga ikut berhasil menyumbang satu emas di nomor 50 meter gaya punggung dan satu perak di 100 meter gaya punggung serta perak di 200 meter gaya punggung,” jelasnya.
Sementara itu, atlet putra Thalib juga berhasil menyumbangkan dua medali emas dan tiga medali perunggu.
Atlet lainnya, Nayla G, menyumbang tiga medali perak dan dua medali perunggu. Nilam Sari meraih empat medali perak, sedangkan Ashar Ramadan mendapat enam medali perak dan satu medali perunggu. Adapun Dinar dan Rahayu masing-masing mengoleksi tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Sementara itu, tim estafet 100 meter putri berhasil mengoleksi dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Abdullah mengatakan, pihaknya menargetkan tim Akuatik Laende dapat masuk dalam seleksi pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 mendatang.
“Atlet senior yang kami siapkan seperti Waode Nur Azizah dengan nomor gaya dada dan Aisyah Putri juga kami latih terus untuk bisa masuk di pra-PON nanti,” harapnya.
Abdullah juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi tempat latihan untuk memaksimalkan pembinaan atlet Akuatik Laende.
“Ini kendala kami saat ini, latihannya di Sungai Jompi saja. Belum ada tempat latihan yang memadai,” imbuhnya. (B-/ST)
Laporan: Nasrudin
Editor: Muhamad Taslim Dalma









