SULTRATOP.COM, KENDARI – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah 58 pelajar terdampak kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian operasional tersebut dilakukan BGN secara langsung pada Minggu (20/9/2026), sebagai respons atas kasus keracunan massal yang terjadi di Kota Kendari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sultratop.com, penghentian sementara itu tertuang dalam surat pemberhentian operasional yang dikeluarkan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana.
Dalam surat tersebut disebutkan, jumlah siswi yang terdampak kasus keracunan mencapai 58 orang.
Kepala KPPG Kendari, Mulyadi mengatakan, saat ini pihak terkait masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“SPPG Watubangga, akan bertanggung jawab secara sigap menjemput dan mengantar siswa ke fasilitas kesehatan,” kata Mulyadi dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, evaluasi SPPG di wilayah Sultra akan difokuskan pada seluruh penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN.
Menyikapi kejadian yang menimpa puluhan pelajar tersebut, BGN menyatakan siap bertanggung jawab, termasuk menanggung biaya pengobatan dan perawatan siswa yang terdampak.
Sebelumnya, Kepala Sekolah MTs Al Askar Kendari, Wa Ode Nurliati Fahidu mengungkapkan, pihaknya menjadi salah satu penerima makanan bergizi gratis yang didistribusikan oleh SPPG Watubangga.
Saat ini, manajemen sekolah masih fokus pada proses penyembuhan anak-anak pascakeracunan massal. Setelah itu, pihak sekolah bersama yayasan akan membahas kembali terkait penerima manfaat program MBG.
“Kita tetap berpikir positif dengan pemerintah mengadakan program insyaallah ada manfaatnya untuk kita, tapi kita juga harus melihat apa yang kita terima pada hari ini. Pihak sekolah sangat menyayangkan kejadian ini dan menjadi pelajaran untuk kami,” ungkap Wa Ode Nurliati Fahidu.
Selama ini, menu andalan yang disalurkan berupa ikan tuna. Namun, pengelolaan makanan tersebut dilakukan oleh SPPG Watubangga.
Meskipun makanan olahan tersebut selalu dianggap segar, bahan makanan seperti ikan tuna diduga menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa dalam kasus keracunan tersebut.
Pada April 2026, MTs Al Askar Kendari resmi menerima manfaat program MBG dan pelaksanaannya berlangsung normal.
Memasuki bulan kelima pelaksanaan program, menu MBG yang terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng diduga berkaitan dengan kejadian keracunan yang dialami para siswa pada Jumat (18/9/2026) siang.
Informasi yang dihimpun Sultratop.com, para siswa yang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan mayoritas menggunakan kartu BPJS.
Ke depan, apabila terdapat orang tua yang merasa keberatan dengan kondisi tersebut, pihak MTs Al Askar Kendari menyatakan akan menerima laporan hingga ke tingkat kepolisian untuk membantu menelusuri kejadian keracunan massal tersebut. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma

















