5 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kenaikan Retribusi Jadi Rp487 Ribu per Bulan Mencekik Pedagang Pasar Sentral Kendari di Tengah Sepinya Pembeli

  • Bagikan
Kenaikan Retribusi Jadi Rp487 Ribu per Bulan Mencekik Pedagang Pasar Sentral Kendari di Tengah Sepinya Pembeli
Pasar Sentral Kota Lama, di Dapu-Dapura, Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. SultraTop)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Kondisi Pasar Sentral Kota Kendari di Kota Lama, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang semakin sepi pembeli membuat pedagang keberatan dengan penerapan retribusi baru sebesar Rp487 ribu per bulan. Pedagang merasa tercekik dan mengaku tidak sanggup membayar tarif tersebut di tengah omzet yang disebut telah merosot lebih dari 50 persen.

Seorang pedagang Pasar Sentral Kota Lama, Aminuddin mengatakan kebijakan tersebut mulai berlaku sejak Juli-Agustus. Namun, hingga kini, sebagian besar pedagang disebut belum membayar karena retribusi dinilai terlalu berat dibandingkan kondisi pendapatan mereka saat ini.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Selama sekitar 12 tahun sebelumnya, pedagang membayar sebesar Rp37,5 juta per 12 tahun. Angka tersebut bila dibagi per bulan adalah Rp260.416.

Namun, melalui kebijakan baru, pembayaran retribusi kini dihitung setiap bulan dengan nilai Rp487 ribu. Biaya itu sudah mencakup sewa kios dan fasilitas yang tersedia di dalam pasar.

“Hampir semua pedagang tidak sanggup membayar Rp487 ribu per bulan karena kondisi pasar sekarang sepi,” katanya saat ditemui pada Sabtu (5/9/2026).Kenaikan Retribusi Jadi Rp487 Ribu per Bulan Mencekik Pedagang Pasar Sentral Kendari di Tengah Sepinya Pembeli

Berdasarkan pantauan, Pasar Sentral Kota Lama yang berlokasi di Kelurahan Dapu-dapura Kecamatan Kendari Barat itu tampak sepi pembeli. Beberapa kios yang buka hanya di bagian tengah lantai 1 dan lantai 2.

Ia menyebut, kondisi serupa juga dialami pedagang di sejumlah pasar di Kota Kendari. Pembeli semakin berkurang, sementara banyak pedagang harus tetap menanggung berbagai biaya operasional.

Khusus untuk Pasar Sentral Kota Kendari, para pedagang meminta agar retribusi diturunkan menjadi Rp250 ribu per bulan. Permintaan itu karena mempertimbangkan kondisi pasar yang dinilai belum mampu mendukung peningkatan pendapatan pedagang.

“Kadang-kadang satu hari sampai satu minggu tidak ada pembeli. Tidak mungkin pedagang meminta pengurangan kalau mereka mampu. Bulan ini mungkin bisa bayar, bulan depan belum tentu,” ujarnya.

Selain meminta penyesuaian tarif, pedagang berharap ada upaya untuk kembali meramaikan pasar. Menurutnya, kemampuan pedagang membayar retribusi sangat bergantung pada pendapatan yang diperoleh dari aktivitas jual beli.

“Kami berharap bagaimana kondisi pasar ini bisa ramai pengunjung. Kalau soal pembeli, kami juga harus mencari solusi dan memastikan barang yang dijual tersedia,” katanya.

Pedagang yang telah berjualan lebih dari 20 tahun itu menuturkan, Pasar Sentral Kota Lama ini sempat ramai ketika pertama kali dibangun. Namun, jumlah pengunjung perlahan menurun seiring perubahan pola belanja masyarakat dan berkembangnya perdagangan melalui e-commerce (jual beli online).

Kondisi ekonomi belakangan ini juga disebut semakin memperparah penurunan pendapatan pedagang. Omzet mereka bahkan diklaim telah merosot lebih dari 50 persen dibandingkan masa awal pasar masih ramai.

“Luar biasa penurunan omzet sekarang. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang ada, pendapatan semakin turun, lebih dari 50 persen dibandingkan penghasilan awal,” ujarnya.Kenaikan Retribusi Jadi Rp487 Ribu per Bulan Mencekik Pedagang Pasar Sentral Kendari di Tengah Sepinya Pembeli

Di sisi lain, pedagang juga menyoroti kondisi bangunan pasar yang membutuhkan perbaikan. Mereka mengaku telah beberapa kali menyampaikan permintaan kepada pemerintah karena sejumlah bagian gedung mengalami kebocoran saat hujan.

Meski demikian, mereka menilai kondisi kebersihan dan keamanan pasar sudah cukup baik. Pedagang berharap perhatian pemerintah dan pengelola pasar juga diarahkan pada perbaikan fasilitas gedung serta upaya meningkatkan kembali jumlah pengunjung.

Sebab, bagi pedagang, persoalan retribusi tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar yang terus kehilangan pembeli. Mereka berharap kebijakan tarif dapat disesuaikan dengan kemampuan pedagang hingga aktivitas ekonomi di Pasar Sentral Kota Kendari kembali pulih. (A/ST)

 

Laporan: M11

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan