3 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Tiongkok Borong Besi-Baja, Ekspor Sultra Juli 2026 Tembus Rp7,10 Triliun

  • Bagikan
Tiongkok Borong Besi-Baja, Ekspor Sultra Juli 2026 Tembus Rp7,10 Triliun
Ilustrasi ekspor impor komoditas (sumber foto: AI)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Besi dan baja kembali menjadi mesin utama perdagangan luar negeri Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada Juli 2026, nilai ekspor Sultra mencapai US$393,11 juta atau sekitar Rp7,10 triliun, dengan Tiongkok menjadi salah satu pasar utama komoditas tersebut.

Nilai ekspor Juli 2026 meningkat 32,66 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$296,32 juta. Kenaikan tersebut juga diikuti pertumbuhan volume ekspor sebesar 8 persen, dari 215,75 ribu ton menjadi 233,01 ribu ton.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Konversi nilai ekspor menggunakan kurs Rp18.056 per dolar Amerika Serikat, sesuai kurs Juli 2026 yang berlaku pada periode 22–28 Juli.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Hadi Susanto, mengatakan industri pengolahan, khususnya komoditas besi dan baja, masih mendominasi kinerja ekspor daerah.

β€œEkspor Sulawesi Tenggara pada Juli 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terbesar berasal dari komoditas besi dan baja,” kata Hadi saat diwawancarai, Selasa (1/9/2026).

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor besi dan baja Sultra mencapai US$2,277 miliar atau sekitar Rp41,12 triliun. Angka tersebut menjadikan besi dan baja sebagai komoditas ekspor terbesar, jauh melampaui ikan dan udang senilai US$28,66 juta atau sekitar Rp517,5 miliar serta daging dan ikan olahan sebesar US$6,53 juta atau sekitar Rp117,9 miliar.

BPS mencatat sektor industri pengolahan menyumbang 99,84 persen dari total ekspor Sultra selama Januari-Juli 2026. Nilai ekspor sektor ini mencapai US$2,312 miliar atau sekitar Rp41,75 triliun.

Tiongkok menjadi salah satu pasar yang paling besar menyerap komoditas ekspor Sultra. Nilai ekspor ke negara tersebut selama Januari-Juli 2026 mencapai US$2.199,33 juta atau sekitar Rp39,71 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar US$2.015,29 juta.

Nilai ekspor Sultra ke Tiongkok meningkat sekitar US$94,68 juta atau setara Rp1,71 triliun. Besi dan baja menjadi komoditas utama yang mendorong perdagangan Sultra ke negara tersebut.

Selain Tiongkok, India mencatat peningkatan nilai perdagangan dari US$35,16 juta menjadi US$66,36 juta atau sekitar Rp1,20 triliun. Ekspor ke Amerika Serikat juga naik dari US$23,04 juta menjadi US$27,44 juta atau sekitar Rp495,5 miliar.

Sementara ekspor ke Korea Selatan justru turun dari US$66,94 juta menjadi US$15,18 juta. Adapun nilai ekspor ke Puerto Rico meningkat dari US$1,24 juta menjadi US$1,74 juta selama Januari-Juli 2026.

Di tengah peningkatan ekspor, impor Sultra pada Juli 2026 juga melonjak lebih tajam. Nilai impor mencapai US$304,48 juta atau sekitar Rp5,50 triliun, meningkat 194,83 persen dibanding Juli 2025 sebesar US$103,27 juta.

Selama Januari-Juli 2026, impor Sultra didominasi mesin dan pesawat mekanik senilai US$954,53 juta atau sekitar Rp17,24 triliun, disusul bahan bakar mineral sebesar US$878,07 juta atau sekitar Rp15,86 triliun.

Data BPS menunjukkan ekspor dan impor nasional pada Juli 2026 juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (B/ST)

Laporan: M11

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi β†’
  • Bagikan