5 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

UM Kendari Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Sertifikasi dan Magang

  • Bagikan
UM Kendari Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Sertifikasi dan Magang
Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Prof. Muhammad Nurdin setelah mengikuti kuliah umum Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM) 

SULTRATOP.COM, KENDARI — Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari mulai memperkuat kesiapan lulusannya menghadapi dunia kerja usai kunjungan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, ke kampus tersebut, Rabu (5/8/2026). Salah satu langkah yang disiapkan adalah penguatan sertifikasi kompetensi dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Rektor UM Kendari, Prof. Muhammad Nurdin, mengatakan kampus akan memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri melalui program magang serta berbagai bentuk pelatihan kompetensi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing mahasiswa saat memasuki pasar kerja.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Menurutnya, UM Kendari sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah diharapkan dapat mewujudkan cita-citanya melalui pendidikan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Untuk mendukung hal tersebut, UM Kendari telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dan perusahaan. Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa dapat mengikuti program magang dan pelatihan sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum menyelesaikan pendidikan.

Muhammad Nurdin mengungkapkan, tantangan yang masih dihadapi adalah penguatan sertifikasi kompetensi di setiap program studi. Menurutnya, kemampuan di bidang artificial intelligence (AI), teknologi informasi, hingga penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi yang harus terus dikembangkan agar lulusan mampu bersaing di era industri modern.

“Setelah kami berdiskusi dengan pihak balai pelatihan, pengembangan sumber daya manusia akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Jadi, pelatihannya benar-benar berbasis kebutuhan industri,” kata Muhammad Nurdin kepada awak media.

Ia menambahkan, mahasiswa perlu dibekali keterampilan praktis sebelum lulus, termasuk kemampuan membangun jejaring profesional dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, mahasiswa nantinya dapat mengikuti berbagai program pelatihan sesuai bidang keahlian dan minat masing-masing. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan sebelum memasuki dunia kerja.

“Setelah berdiskusi dengan Bapak Menteri Ketenagakerjaan saat menjemput beliau di bandara, beliau sangat mendukung penguatan pelatihan melalui balai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Nurdin, Menteri Ketenagakerjaan juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun pola pikir mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Artinya, cara berpikir bertumbuh menentukan posisi seorang individu dalam bersaing di dunia kerja, terutama beradaptasi. Kita akan mengawal mahasiswa khususnya UM Kendari,” pungkasnya. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan