SULTRATOP.COM, KENDARI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Fajar Riza UI Haq, meninjau pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Saat ditemui di Kendari, Jumat (17/7/2026), Fajar mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan program pemerintah pusat benar-benar menjangkau daerah kepulauan, termasuk satuan pendidikan yang melayani anak-anak generasi perahu dari suku Bajo.
Dalam kunjungannya ke Wakatobi, Fajar meninjau tiga sekolah di kawasan pesisir yang mayoritas siswanya berasal dari suku Bajo, yakni SD Maritim Mola, SMP Maritim Mola, dan SMA Muhammadiyah Wakatobi.
“Kami melakukan pengecekan terhadap sekolah yang telah direvitalisasi. Masih ada satu sekolah dasar yang belum mendapatkan bantuan, sehingga kami akan mengusulkan kepada Direktorat Sekolah Dasar agar dapat segera dibantu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam pemerataan pendidikan,” ujar Fajar kepada awak media.
Menurut Fajar, kehadiran pemerintah di wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi generasi suku Bajo, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Selain infrastruktur sekolah, kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah. Fajar menegaskan bahwa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden bertujuan mempercepat sertifikasi guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Saya memastikan para guru mengikuti program PPG. Melalui program ini, kami berharap tidak ada lagi guru yang menerima honor di bawah Rp1 juta,” tegasnya.
Ia menjelaskan, guru yang telah tersertifikasi melalui Program PPG memperoleh tambahan penghasilan sebesar Rp2 juta per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing tanpa penundaan.
Fajar juga memastikan program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh para guru di Wakatobi. Ia menyebut tiga guru suku Bajo di SD Maritim Mola telah mengikuti Program PPG sejak tahun lalu dan kini rutin menerima pencairan tunjangan setiap bulan.
“Hal ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus mendidik dan membina putra-putri suku Bajo agar memperoleh pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati



















