SULTRATOP. COM, MUNA BARAT — Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) melalui dinas kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan meliputi layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di seluruh puskesmas, penempatan bidan dan perawat di setiap desa dan kelurahan, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), serta program dokter keliling yang mendatangi langsung rumah warga.
Program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Wakil Bupati Ali Basa untuk mewujudkan Muna Barat Sehat menuju Liwu Mokesa, Tumbuh, Sehat, dan Keren.
Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, Arif Ndaga, mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan merata bagi seluruh masyarakat.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat, mulai dari UGD yang siap melayani selama 24 jam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dokter keliling yang turun langsung ke rumah warga,” kata Arif di kantornya, Senin (6/7/2026).
Menurut Arif, program dokter keliling bertujuan menjangkau masyarakat yang kesulitan datang ke puskesmas. Dalam program tersebut, dokter bersama tenaga kesehatan mendatangi rumah warga untuk memberikan pelayanan secara langsung.
Sementara itu, layanan UGD 24 jam di seluruh puskesmas memastikan masyarakat dapat memperoleh penanganan medis kapan saja, terutama dalam kondisi darurat.
“Dari 18 puskesmas yang ada di Muna Barat, semuanya sudah membuka layanan UGD 24 jam. Semua ini sesuai komitmen dari Bupati Muna Barat yakni memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan dokter keliling mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, serta edukasi tentang pola hidup sehat.
Program dokter keliling juga diprioritaskan bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah, masyarakat merespons baik program ini dan mengapresiasi langkah pemerintah daerah. Kami berharap tidak ada lagi warga yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan. Pemerintah harus hadir, mendekatkan pelayanan, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tuturnya.
Arif menegaskan seluruh program tersebut akan terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ia optimistis cita-cita mewujudkan Muna Barat menuju Liwu Mokesa dapat dicapai melalui layanan kesehatan yang semakin cepat, mudah, dan merata. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Jumriati















