2 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Panen Raya di Desa Lakabu, Bupati Muna Barat Tegaskan Perbaikan Lahan Pertanian Jadi Prioritas

  • Bagikan
Panen Raya di Desa Lakabu, Bupati Muna Barat Tegaskan Perbaikan Lahan Pertanian Jadi Prioritas
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin didampingi Ketua TP PKK Mubar, Rhika Purwaningsih Darwin, Wabup Mubar, Ali Basa, Sekda Mubar, Ibrahim Rasimu, Kadis Pertanian Nestor Jono, Kapolsek Tiworo Tengah, Ipda Menudi saat melakukan panen raya padi varietas inpari 42, yang dilaksanakan di Desa Lakabu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kamis (2/6/2026). (Adin/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri panen raya padi varietas Inpari 42 di Desa Lakabu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kamis (2/7/2026).

Panen raya tersebut menjadi bukti perkembangan sektor pertanian di Muna Barat. Varietas Inpari 42 dikenal memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta menghasilkan gabah berkualitas sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

La Ode Darwin mengapresiasi Pemerintah Desa Lakabu dan para petani yang terus mengelola lahan pertanian dengan baik. Namun, menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Pertanian merupakan sektor strategis yang harus terus kita perkuat. Muna Barat memiliki lahan yang luas dan subur. Jika dikelola dengan baik, daerah ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sendiri, tetapi juga menjadi daerah penyangga pangan di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ketua DPD Golkar Sultra itu menjelaskan, pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ali Basa, pemerintah daerah memprioritaskan bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan). Namun, kondisi kesuburan tanah belum menjadi perhatian utama.

Dari hasil diskusi dengan petani, kata Darwin, satu hektare sawah di Lakabu hanya menghasilkan 2 hingga 3 ton gabah. Padahal, jika dikelola secara optimal, produktivitasnya bisa mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

Pemkab Muna Barat ke depan akan memetakan penyebab rendahnya produktivitas sawah. Hasil identifikasi sementara menunjukkan tingkat keasaman (pH) tanah di Desa Lakabu masih rendah sehingga memerlukan perlakuan khusus. Melalui upaya tersebut, pemerintah daerah menargetkan produktivitas padi meningkat dari 2–3 ton menjadi 5–7 ton per hektare.

“Kalau tahun pertama kita fokus pada penyediaan benih, tahun kedua ini kita fokus meningkatkan kesuburan tanah. Kita akan mengadakan kapur dolomit dan pupuk organik,” kata Darwin.

Ia juga menilai jaringan irigasi di Muna Barat sudah cukup baik, meski masih ada beberapa titik yang perlu diperbaiki. Menurutnya, pada 2025 hingga 2026, Muna Barat mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah, program cetak sawah, dan berbagai bantuan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, atas perhatian kepada Muna Barat. Kami berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan di daerah serta mendukung program Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi pangan nasional,” tegasnya.

Panen raya tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Mubar, Rhika Purwaningsih Darwin, Wabup Mubar, Ali Basa, Sekda Mubar, Ibrahim Rasimu, Kadis Pertanian Nestor Jono, beberapa pimpinan OPD, Camat Tiworo Tengah, Syahril dan camat se-Tiworo Raya, Kapolsek Tiworo Tengah, Ipda Menudi, Kepala KUA Tiworo Tengah, Kades Lakabu, Kades Wanseriwu, kelompok tani Lakabu, dan masyarakat sekitar. (*/ST)

Laporan: Adin
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan