SULTRATOP.COM, KENDARI – Belakangan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan nilai dolar yang terus bergerak naik membuat banyak pihak mulai khawatir terhadap dampaknya pada kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit yang memprediksi kondisi ini dapat memicu meningkatnya biaya hidup masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
Di akhir Mei 2026 ini saja harga dolar sudah menembus Rp17.835. Efeknya bukan hanya terasa di pasar keuangan, tetapi juga perlahan merambat ke berbagai sektor kebutuhan harian. Indonesia sendiri masih memiliki banyak kebutuhan yang bergantung pada impor, mulai dari bahan baku industri, komponen elektronik, hingga energi. Saat biaya impor meningkat, harga barang dan biaya operasional di dalam negeri pun ikut terdorong naik.
Kondisi global juga semakin diperparah dengan memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga minyak dunia. Situasi geopolitik tersebut ikut memberi tekanan terhadap sektor energi dan distribusi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya mulai terasa hingga ke daerah-daerah, termasuk Kota Kendari.
Kondisi ini membuat banyak rumah tangga mulai merasakan tekanan dari berbagai sisi. Harga bahan pokok perlahan ikut naik, biaya distribusi dan logistik meningkat, pengeluaran operasional usaha harian makin besar, hingga ongkos transportasi yang terasa semakin menguras pengeluaran bulanan. Tidak heran jika banyak masyarakat kini mulai lebih berhati-hati dalam mengatur kebutuhan sehari-hari dan mencari cara agar pengeluaran tetap lebih efisien.
Situasi tersebut semakin terasa setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang baru-baru ini menjadi sorotan masyarakat. Kenaikan biaya bahan bakar membuat pengeluaran transportasi harian ikut meningkat, baik untuk kebutuhan bekerja, usaha, maupun aktivitas sehari-hari. Efeknya juga merambat ke berbagai sektor lain karena biaya distribusi barang ikut mengalami kenaikan.
Dampak yang dirasakan langsung warga Kendari saat ini mulai dari kenaikan harga minyak goreng, berkurangnya stok LPG 3 kilogram, hingga melonjaknya biaya hidup rumah tangga dalam beberapa pekan terakhir. Di beberapa wilayah di Kendari, stok minyak goreng ditemukan mulai menipis, sementara harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer melonjak hingga menembus Rp60 ribu per tabung akibat terbatasnya pasokan.
Salah satu pemilik pangkalan di Kelurahan Mandonga, Ayunia mengungkapkan pengurangan pasokan mulai dirasakan sejak Januari 2026. Akibatnya, distribusi LPG ke pangkalannya tidak lagi rutin seperti sebelumnya. “Dulu penyaluran setiap minggu, jadi dalam sebulan bisa empat kali pengantaran. Sekarang hanya satu kali dalam sebulan di tengah banyaknya permintaan,” ungkap Ayunia kepada awak media, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, pantauan Sultratop.com di salah satu Swalayan Kota Kendari pada Selasa (26/5/2026), rak minyak goreng dari berbagai merek mulai terlihat kosong karena tingginya permintaan konsumen dalam beberapa hari terakhir. Seorang karyawan swalayan mengungkapkan, dalam sepekan terakhir minyak goreng kerap habis diborong pembeli.
Jika kondisi ini terus berlangsung, maka dapat memicu gejolak ekonomi yang lebih luas. Tidak sedikit warga mulai menyebut situasi saat ini sebagai “krisis di depan mata” karena tekanan ekonomi terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di tengah kondisi biaya hidup yang terus bergerak naik, masyarakat kini tampaknya mulai mempertimbangkan berbagai cara untuk menekan pengeluaran harian. Salah satunya dalam sektor transportasi. Kendaraan listrik (Electric Vehicle atau EV) mulai dilirik karena dinilai lebih hemat digunakan untuk mobilitas jarak dekat hingga menengah, terutama saat harga BBM terus mengalami penyesuaian.
Salah satu unit yang cukup relevan untuk kebutuhan tersebut adalah GODA TRY Lite 005S dari GODA Indonesia. Unit ini dirancang untuk menunjang aktivitas harian seperti pergi kerja, belanja, antar jemput, maupun kebutuhan operasional ringan dengan penggunaan yang lebih praktis dan ekonomis.
Selain itu, GODA juga menghadirkan layanan after sales berupa program asuransi ganti baru gratis bagi penggunanya. Kehadiran layanan ini menjadi nilai tambah yang memberi rasa lebih tenang untuk penggunaan kendaraan harian dalam jangka panjang.
Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, masyarakat kini semakin dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran harian. Mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga biaya transportasi, semuanya perlahan ikut terdampak oleh kenaikan harga yang terjadi belakangan ini. Karena itu, mencari solusi mobilitas yang lebih hemat dan efisien bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi mulai menjadi kebutuhan banyak orang untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan dan tetap nyaman. (===)



















