18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Bupati Muna Barat Soroti ASN Malas Masuk Kantor dan Kurang Disiplin

  • Bagikan
Bupati Muna Barat Soroti ASN Malas Masuk Kantor dan Kurang Disiplin
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama Wakil Bupati, Ali Basa saat melakukan pengecekan kehadiran ASN yang mengikuti apel gabungan yang dilaksanakan di halaman kantor bupati, Senin (11/5/2026). (Adin/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Saat memimpin apel, ia menyentil ASN yang dinilai malas masuk kantor ketika bupati atau wakil bupati tidak berada di tempat, serta hanya mau bekerja jika ada uang.

La Ode Darwin mengatakan, selama sekitar satu tahun tiga bulan memimpin Muna Barat bersama Ali Basa, mereka telah menunjukkan pemerintahan yang harmonis, bersih, sehat, dan disiplin. Menurutnya, sikap tersebut seharusnya menjadi contoh bagi seluruh ASN dalam membangun Bumi Laworo.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

“Saya bersama Bapak Ali Basa tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun Muna Barat menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang. Apalagi, Muna Barat sebentar lagi memasuki usia 12 tahun. Karena itu, saya meminta seluruh ASN bekerja dengan ikhlas demi mewujudkan Liwu Mokesa,” kata La Ode Darwin.

Ketua DPD I Golkar Sultra itu menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara sehingga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun daerah agar lebih maju dan berkembang.

Ia menyebut, di usia ke-12 tahun, Muna Barat masih memiliki banyak kekurangan, mulai dari gedung perkantoran hingga infrastruktur jalan. Namun, pada 2026 pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan sejumlah ruas jalan, seperti Sukadamai–Labokolo, Wulanga Jaya, Abadi Jaya–Pajala, dan Kasimpa Jaya–Barakkah.

Karena itu, pria yang akrab disapa DW tersebut ingin membangun kesadaran ASN bahwa kemajuan Muna Barat bukan hanya tanggung jawab bupati dan wakil bupati, melainkan seluruh ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

“Kami selalu mempertanyakan kontribusi ASN dalam mendukung visi dan misi Darwin-Ali Basa. Saya melihat masih ada ASN yang mau bekerja jika ada uang, tetapi malas bergerak jika tidak ada anggaran, apalagi di tengah kondisi efisiensi saat ini,” ujarnya.

DW menegaskan bahwa ASN wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meski dalam keterbatasan anggaran. Ia juga mengaku menerima laporan terkait rendahnya disiplin ASN di Muna Barat.

“Jangan menunggu ada uang baru bergerak. Kami melihat ada oknum ASN datang ke kantor hanya bermain game, live di media sosial saat jam kerja, lalu absen dan pulang,” bebernya.

Ia juga menyoroti kebiasaan ASN yang dinilai baru menunjukkan semangat kerja ketika bupati atau wakil bupati berada di kantor.

“Kalau ada bupati atau wakil bupati baru terlihat rajin. Bahkan kalau hanya wakil bupati, semangatnya berkurang. Kebiasaan seperti ini harus dihilangkan,” tambahnya.

Menurut DW, dirinya dan Ali Basa memiliki tanggung jawab yang sama dalam memimpin Muna Barat, meski berbeda posisi jabatan.

“Wakil bupati membantu menjalankan program ketika saya berhalangan. Jadi, tanggung jawabnya sama, hanya jabatannya yang berbeda. Begitu juga ASN, tugasnya mengabdi kepada bangsa, negara, dan daerah dengan ikhlas,” tuturnya.

DW menambahkan, selama memimpin Muna Barat, dirinya bersama Ali Basa tidak pernah mengutamakan kepentingan pribadi. Di tengah keterbatasan anggaran, keduanya tetap berupaya menghadirkan pembangunan di daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN bergandengan tangan membangun Muna Barat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, meski dengan keterbatasan, kita tetap mampu menghasilkan berbagai pembangunan, seperti peningkatan RSUD Muna menuju tipe C, pembangunan jalan Inpres, gedung Bulog, dan lainnya,” pungkasnya. (b-/ST)

Laporan: Adin

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan