SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Teror pencurian sapi yang meresahkan warga Muna Barat akhirnya terbongkar. Pelaku ternyata menggunakan jagung yang dicampur racun untuk melumpuhkan ternak dalam hitungan menit, sebelum menguliti dan membawa kabur dagingnya untuk dijual di Kota Raha.
Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muna bersama Polsek Tikep berhasil menangkap pelaku yang selama ini membuat warga resah. Pelaku ditangkap di tempat penggilingan daging sapi di Kota Raha, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Pelaku berinisial YS alias UC, warga Kota Raha. Saat penangkapan, YS sempat mencoba melarikan diri sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki kiri.
“Alhamdulillah, kita sudah tangkap pelaku pencurian sapi yang selama ini membuat warga di Muna Barat resah. Pelaku ditembak kakinya karena sempat melarikan diri dan saat ini sudah diamankan di rutan Makopolres Muna,” kata Kapolsek Tikep, Ipda Baharuddin, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (6/5/2026) pagi.
Baharuddin menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan Camat Tiworo Selatan terkait pencurian sapi di Desa Sangia Tiworo sekitar pukul 20.00 Wita, Selasa (5/5/2026). Saat tiba di lokasi, polisi menemukan dua ekor sapi sudah tumbang: satu masih utuh, sementara satu lainnya telah dikuliti dan hanya menyisakan kepala, tulang, serta isi perut.
“Dalam penyelidikan, kami menemukan barang bukti jagung yang sudah dicampur racun. Jagung ini digunakan pelaku untuk menumbangkan sapi,” jelasnya.
Dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diketahui merupakan pendatang baru dan beraksi bersama seorang rekannya dengan menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan informasi tersebut, Baharuddin langsung berkoordinasi dengan tim Buser Polres Muna untuk melakukan pencegatan di jalur menuju Kota Raha karena pelaku diduga membawa daging hasil curian ke kota tersebut.
Tidak lama kemudian, tim Buser menemukan pelaku di tempat penggilingan daging di Kota Raha saat sedang membawa daging sapi. Saat hendak diamankan, pelaku melawan dan mencoba kabur sehingga polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.
“Pelaku sempat melarikan diri dan melawan, sehingga dilakukan penembakan pada kaki kirinya. Setelah itu, pelaku dibawa ke RSUD untuk perawatan medis, lalu diamankan di Polres Muna untuk diinterogasi,” ungkapnya.
Dari hasil interogasi, YS mengakui telah melakukan serangkaian pencurian sapi di wilayah Muna Barat bersama rekannya. Mereka menggunakan modus yang sama, yakni meracuni sapi, kemudian memotong dan mengambil dagingnya, sementara bagian kepala, tulang, dan isi perut ditinggalkan di lokasi.
“Pengakuannya, mereka sudah beraksi di enam sampai tujuh lokasi berbeda. Daging hasil curian diangkut menggunakan motor,” tutur Baharuddin.
Polisi juga telah mengantongi identitas rekan YS yang saat ini masih dalam pengejaran. Rekan pelaku tersebut diduga telah melarikan diri setelah mengetahui YS lebih dulu ditangkap.
“Kita sudah kantongi identitasnya. Tinggal dilakukan penangkapan,” tegasnya.
Baharuddin menambahkan, modus pelaku tergolong cepat dan terorganisir. Jagung beracun yang ditebar membuat sapi tumbang dalam waktu kurang dari lima menit. Setelah itu, pelaku dengan cepat memotong dan menguliti sapi, bahkan dalam waktu singkat.
“Pemotongan dilakukan masih bercampur dengan kulitnya, nanti di Kota Raha baru dipisahkan antara kulit dan daging,” bebernya.
Dengan tertangkapnya pelaku, polisi berharap keresahan masyarakat dapat berkurang. Namun demikian, warga tetap diimbau untuk waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kerja sama antara warga dan aparat kepolisian diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian ternak di wilayah hukum Polsek Tikep. Alhamdulillah, patroli intensif hampir sepekan ini akhirnya membuahkan hasil,” tutupnya. (A/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma

















