SULTRATOP.COM, KENDARI – Suasana di Gedung Learning Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (22/4/2026) sore terasa berbeda. Di ruangan yang biasanya diisi rapat formal dan pembahasan teknis, kalimat-kalimat reflektif justru mengalir pelan, memecah keheningan.
Di hadapan para pegawai, berdiri Dr. Aqua Dwipayana. Sosoknya mungkin tidak selalu dikenal semua orang, tetapi kiprahnya di bidang komunikasi telah lama menjangkau berbagai kalangan. Rambutnya yang memutih dan sorot matanya yang tenang seolah merekam perjalanan panjang yang ia bawa ke forum tersebut.
“Saya hadir di sini adalah rezeki yang tak ternilai,” ujarnya membuka sesi.
Kalimat itu sederhana, tetapi langsung menggeser cara pandang yang kerap memaknai rezeki sebatas materi. Dalam forum knowledge sharing yang digelar OJK Sultra, Dr. Aqua tidak memulai dengan teori atau data. Ia justru mengajak peserta berhenti sejenak, mempertanyakan hal yang sering terlewat dalam rutinitas: untuk apa pekerjaan ini dilakukan, dan untuk apa hidup dijalani.
Di lembaga seperti OJK, setiap keputusan berkaitan langsung dengan kepentingan publik. Ada kepercayaan yang dijaga, risiko yang harus dikelola, serta masyarakat yang bergantung pada perlindungan sektor jasa keuangan.
Di Sultra, dengan wilayah yang tersebar dalam gugusan pulau, peran tersebut terasa semakin dekat. Pekerjaan tidak sekadar administratif, melainkan menjadi penghubung masyarakat dengan akses keuangan yang layak.
Aqua kemudian mengajak peserta melihat pekerjaan dari sudut pandang berbeda. Bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang untuk memberi dampak.
Menurutnya, kelelahan sering kali bukan karena beban kerja yang berat, melainkan karena hilangnya makna. Ketika tujuan tidak lagi jelas, pekerjaan mudah terasa hambar. Sebaliknya, ketika makna ditemukan kembali, pekerjaan yang sama dapat terasa lebih ringan.
Ia merangkum pesannya dalam tiga hal sederhana: berdoa, bekerja, dan bersyukur.
“Awali aktivitas dengan doa. Jika mendapat pujian, kembalikan sebagai karunia Allah dan hasil kerja tim yang hebat,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya karakter melalui prinsip 4S: kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras, dan kerja tuntas. Menurutnya, integritas tidak dibangun dari hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dijaga secara konsisten.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menilai sesi itu menjadi pengingat yang jarang didapat dalam keseharian kerja. Ia menyebut, kehadiran Dr. Aqua memberikan sudut pandang yang lebih dalam tentang profesi yang dijalani para pegawai.
“Yang disampaikan bukan hal baru, tapi cara menyampaikannya membuat kita kembali sadar,” ujarnya.
Sesi itu pun berakhir seperti ia dimulai “tenang”. Namun meninggalkan kesadaran bahwa di balik setiap meja kerja, ada tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sekadar menyelesaikan tugas. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani

















