18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kementan Tambah 10 Ribu Hektare, Program Cetak Sawah Baru di Sultra Meluas ke 16 Daerah

  • Bagikan
Kementan Tambah 10 Ribu Hektare, Program Cetak Sawah Baru di Sultra Meluas ke 16 Daerah
Muhammad Taufik

SULTRATOP.COM, KENDARI – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan total alokasi cetak sawah baru di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 24.700 hektare, naik dari rencana awal 14.700 hektare pada 2026.

Tambahan luas lahan sebesar 10 ribu hektare tersebut menjadi angin segar bagi daerah dalam memperkuat sektor pertanian, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik mengungkapkan, penambahan kuota tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR).

Informasi itu disampaikan dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari komunikasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah.

Program cetak sawah baru itu dirancang menjangkau 16 kabupaten dan kota di Sultra, meliputi wilayah Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Utara, Buton Selatan, Kota Kendari, dan Kota Baubau.

Saat ini, pelaksanaan masih berada pada tahap survei, investigasi, dan desain (SID) guna memastikan kelayakan lahan sebelum masuk ke tahap pengerjaan fisik.

Tahapan itu melibatkan tim dari Universitas Halu Oleo (UHO) yang bertugas melakukan kajian teknis secara menyeluruh, termasuk kondisi tanah, irigasi, dan potensi produktivitas lahan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program di lapangan.

Koordinasi terus dilakukan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan tim teknis guna mengintegrasikan tambahan luas lahan ke dalam perencanaan yang telah berjalan.

“Tahap desain ditargetkan selesai pada 27 April 2026, setelah itu akan masuk ke proses kontrak pekerjaan di lapangan,” ujar Taufik.

Sebagai penguat implementasi, Pemprov Sultra telah membentuk 33 Brigade Pangan yang akan mengelola lahan secara terorganisir.

Setiap brigade terdiri dari 15 orang dengan latar belakang pemilik lahan dan tenaga teknis, serta akan mengelola sekitar 150 hektare per kelompok.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana produksi, seperti traktor roda empat, mesin tanam dan panen, pompa air, hingga bantuan benih dan pupuk.

Dengan skema tersebut, Taufik berharap tidak hanya memperluas lahan sawah, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sultra. (B/ST)

Kontributor: Ismu Samadhani 

 

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan