SULTRATOP.COM, KENDARI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 24 kejadian gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) selama periode sepekan terakhir, yakni 29 Maret hingga 4 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026) malam, menyampaikan bahwa dari total 24 kejadian tersebut, delapan gempa di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
“Berdasarkan hasil monitoring kami, aktivitas seismik di Sulawesi Tenggara dalam sepekan ini cukup fluktuatif dengan total 24 kejadian, di mana delapan di antaranya merupakan gempa yang dirasakan dengan skala intensitas bervariasi antara II hingga IV MMI,” kata Nasrol Adil.
Ia merincikan, rangkaian gempa yang dirasakan dimulai pada Minggu (29/3/2026) di wilayah Konawe dengan magnitudo 4,0 dan skala intensitas III–IV MMI, serta di Kolaka dengan magnitudo 2,6 (II–III MMI).
Selanjutnya, pada Rabu (1/4/2026), getaran kembali dirasakan masyarakat di Kolaka Timur sebanyak dua kali dengan magnitudo 3,2 dan 3,1, serta di Kota Kendari dengan magnitudo 2,0. Tren gempa yang dirasakan berlanjut pada Kamis (2/4/2026) di Kolaka Timur dengan magnitudo 2,8 dan di Konawe Utara dengan magnitudo 3,1.
“Aktivitas gempa dengan intensitas tertinggi dalam sepekan ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) di wilayah Kolaka Timur dengan magnitudo 3,4 yang dirasakan pada skala III–IV MMI,” jelasnya.
Sementara itu, gempa lainnya yang tercatat namun tidak dirasakan masyarakat tersebar di beberapa wilayah, antara lain Buton, Buton Utara, Konawe Selatan, dan Konawe Utara, dengan rentang magnitudo 1,3 hingga 2,7.
Nasrol Adil mengimbau masyarakat di wilayah Bumi Anoa agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat adanya sesar aktif di daerah tersebut.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.
Hingga saat ini, BBMKG Wilayah IV Makassar belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian aktivitas tektonik tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, BMKG mencatat sebanyak 24 kali gempa di Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu sepekan.
Minggu (29/3/2026)
Gempa terjadi di Kolaka dengan magnitudo 2,6 dan dirasakan pada skala intensitas II–III MMI. Selain itu, gempa juga terjadi di Buton dengan magnitudo 1,7 dan 2,3, serta di Konawe dengan magnitudo 4,0 yang dirasakan pada skala III–IV MMI, dan gempa Konawe lainnya dengan magnitudo 1,7.
Senin (30/3/2026)
Gempa terjadi di Konawe Utara dengan magnitudo 1,5 dan 2,2, serta di Konawe dengan magnitudo 2,0 dan 1,7. Seluruh gempa pada hari ini tidak dirasakan.
Selasa (31/3/2026)
Gempa terjadi di Konawe dengan magnitudo 2,1 dan 2,7. Seluruh gempa tidak dirasakan.
Rabu (1/4/2026)
Gempa terjadi di Kolaka Timur dengan magnitudo 3,2 yang dirasakan pada skala III MMI, serta gempa lainnya dengan magnitudo 1,8 dan 3,1 (dirasakan skala III MMI). Selain itu, gempa juga terjadi di Buton Utara dengan magnitudo 1,4.
Di Kendari, gempa bermagnitudo 2,0 dirasakan pada skala II–III MMI, serta gempa lainnya dengan magnitudo 1,7.
Kamis (2/4/2026)
Gempa terjadi di Kolaka Timur dengan magnitudo 2,8 yang dirasakan pada skala II–III MMI. Selain itu, gempa di Konawe Utara bermagnitudo 3,1 dirasakan pada skala III MMI.
Jumat (3/4/2026)
Gempa terjadi di Kolaka Timur dengan magnitudo 3,4 yang dirasakan pada skala III–IV MMI. Selain itu, tercatat gempa lainnya dengan magnitudo 2,1 dan 2,0.
Sabtu (4/4/2026)
Gempa terjadi di Konawe dengan magnitudo 2,4, serta di Konawe Selatan dengan magnitudo 1,3. (A/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno

















