SULTRATOP.COM, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), mendorong penerapan program gentengisasi yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI, sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
ASR menilai penggunaan genteng sebagai atap rumah jauh lebih baik dibandingkan seng, terutama di wilayah dengan suhu udara tinggi. Menurutnya, seng cenderung menyerap panas sehingga membuat suhu di dalam rumah meningkat dan berdampak pada kenyamanan serta kesehatan penghuni.
“Kan bagus pakai genteng daripada seng, apalagi di wilayah-wilayah yang panas. Ini sebenarnya menyangkut masalah kesehatan,” kata ASR di Kendari pada Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, genteng memiliki kemampuan meredam panas lebih baik sehingga suhu di dalam rumah menjadi lebih stabil. Hal itu dinilai penting untuk mendukung hunian yang sehat bagi masyarakat, khususnya di daerah tropis seperti Sultra.
Selain aspek kesehatan, ASR menegaskan program gentengisasi juga berpotensi memberikan efek ekonomi yang signifikan. Kebutuhan genteng dalam jumlah besar dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor UMKM, khususnya pengrajin genteng lokal.
“Sekaligus memanfaatkan masyarakat yang bergerak di bidang UMKM,” ujarnya.
Terkait realisasi program tersebut di Sultra, ASR menyebut pemerintah provinsi masih akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Namun, ia optimistis program tersebut dapat dijalankan tanpa membebani keuangan daerah.
“Untuk realisasinya nanti kita akan lihat. Dengan anggaran yang ada sekarang itu cukup, dan saya rasa cukup karena tidak terlalu mahal,” ungkap ASR.
Ia berharap, jika program gentengisasi dapat diterapkan secara bertahap dan tepat sasaran, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan hunian maupun peningkatan ekonomi lokal. (*/St)
Kontributor: Ismu Samadhani















