SULTRATOP.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal kian semarak lewat gelaran “Semarak Dirgantara” yang menghadirkan atraksi udara spektakuler hingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Ini merupakan hasil kolaborasi TNI Angkatan Udara (AU) melalui Lanud Haluoleo dan Pemerintah Provinsi Sultra.
Komandan Lanud Haluoleo, Tarmuji Hadi Susanto menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda pembinaan potensi kedirgantaraan yang rutin dilaksanakan di berbagai daerah.
Menurutnya, selain memeriahkan HUT Sultra, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Ini kolaborasi untuk meningkatkan kemeriahan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Rabu (22/4/2026).
Ia menyebut, salah satu agenda yang paling dinanti adalah atraksi penerjunan personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU yang akan membawa bendera Merah Putih, bendera Provinsi Sultra, serta bendera kabupaten/kota di udara.
Sebanyak 17 personel Pasgat akan terlibat dalam aksi tersebut, termasuk empat prajurit wanita TNI AU yang turut ambil bagian dalam pertunjukan.
Selain itu, pertunjukan dirgantara juga akan dimeriahkan dengan atraksi paramotor yang melakukan manuver udara sambil membawa bendera, memberikan tontonan menarik bagi masyarakat.
Tak hanya menghadirkan hiburan, Lanud Haluoleo juga membawa misi sosial melalui layanan kesehatan gratis. TNI AU menyediakan operasi katarak, operasi bibir sumbing, pemeriksaan mata, hingga pembagian kacamata.
“Seluruh layanan kesehatan ini diberikan gratis dengan dukungan tenaga medis dari pusat dan daerah,” jelasnya.
Pelayanan operasi medis tersebut dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan peserta yang telah terdata sebelumnya guna memastikan pelayanan berjalan optimal.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengunjungi pameran pembangunan yang melibatkan instansi pemerintah dan satuan TNI AU di pelataran tugu Eks-MTQ Kendari.
Dalam pameran itu, pengunjung bisa mencoba langsung simulator pesawat yang disediakan Lanud Haluoleo.
“Simulator ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat mengenal dunia penerbangan yang jarang ditemui di daerah,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup edukasi bela negara, sosialisasi rekrutmen TNI Angkatan Udara, serta partisipasi dalam pawai budaya bersama pemerintah daerah.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 personel dari berbagai unsur, baik dari pusat maupun daerah, termasuk Lanud Haluoleo dan instansi terkait lainnya. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani










