16 June 2024
Indeks
Iklan Dispar Sultra Jelajahi Sulawesi Tenggara

Rahasia Kaki Tokek Melengket di Dinding, Ternyata Ada Daya Tarik Elektromagnetik

  • Bagikan
Gambar close-up bantalan kaki tokek yang memiliki banyak rambut kecil per kaki yang disebut setae, yang masing-masing terbagi menjadi ratusan bulu yang lebih kecil yang disebut spatula. Ini membantu memaksimalkan kontak dengan permukaan. (Sumber gambar: Arstechnica.com)

SULTRATOP – Tokek dikenal sebagai pemanjat yang ahli, mampu menempel di permukaan apapun. Hewan sejenis kadal ini dapat berlari kencang di permukaan dinding dengan kemiringan berapa derajat pun, bahkan pada permukaan terbalik. Saking hebatnya, tokek dengan gesit bergerak sesuka hatinya.

Ternyata itu berkat struktur kecil seperti rambut di bagian bawah kaki tokek. Bersama dengan rekan-rekannya di Oregon, Denmark, dan Jerman, para peneliti di National Institute of Standards and Technology (NIST) melihat lebih dekat pada struktur tersebut.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Para ilmuwan sains tersebut menggunakan sinkrotron berenergi tinggi. Lewat metode ini mengungkapkan bahwa permukaan kaki tokek terdapat lapisan molekul lipid yang sangat tipis.

Rambut mikroskopis kecil itu disebut setae, yang masing-masing terbagi menjadi ratusan bulu yang lebih kecil lagi yang disebut spatula. Seperti diketahui bahwa pada skala ukuran mikroskopis, apa yang disebut gaya Van Der Waals (gaya tarik-menarik dan tolakan antara dua molekul dipol) menjadi signifikan dalam temuan ini.

Pada dasarnya, jumbai rambut kecil di kaki tokek begitu dekat dengan kontur di dinding dan langit-langit sehingga elektron dari molekul rambut tokek dan elektron dari molekul dinding berinteraksi satu sama lain dan menciptakan daya tarik elektromagnetik.

Hal itulah yang memungkinkan tokek memanjat permukaan halus seperti kaca dengan mudah. Laba-laba, kecoak, kumbang, kelelawar, katak pohon, dan kadal semuanya memiliki alas kaki lengket dengan ukuran bervariasi yang menggunakan kekuatan yang sama.

Pada tahun 2020, para ilmuwan Berkeley menyelidiki mengapa jari kaki tokek yang lembut dan berbulu hanya menempel ke satu arah. Tokek akan menarik satu kaki ke satu arah dan jari kaki tokek akan mencengkeram permukaan. Tokek akan melepaskan kaki dan jari-jari kaki akan “terkelupas” ke arah yang berlawana.

Para ilmuwan menemukan bahwa tokek dapat berlari ke samping secepat mereka memanjat ke atas, berkat kemampuan meluruskan kembali jari-jari kaki mereka. Memiliki banyak jari kaki membantu tokek menyesuaikan diri untuk menempel pada permukaan yang licin atau tidak rata.

Jari-jari kaki tokek yang mempertahankan kontak dengan permukaan mampu mengubah orientasi dan mendistribusikan beban dengan lebih baik. Karena jari-jari kakinya lunak, hewan seperti tokek lebih mudah menyesuaikan diri dengan permukaan yang kasar. (===)

 

Sumber: Arstechnica.com

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan