SULTRATOP.COM, BOMBANA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Kasmar Poleang Raya (KPR) Silika untuk menghidupkan perputaran ekonomi masyarakat lokal, khususnya para peternak di wilayah Poleang Selatan, Kabupaten Bombana.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menyalurkan empat ekor sapi kurban ke desa-desa lingkar tambang dengan melibatkan peternak lokal dalam pengadaannya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Empat ekor sapi kurban tersebut disalurkan perusahaan tambang pasir kuarsa ini kepada masyarakat di Desa Akacipong, Desa La Ea, Desa Waemputang, dan Desa Kali Baru pada akhir Mei 2026 ini. Program itu tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal melalui sektor peternakan dan distribusi pangan.
“Iduladha harus kita lihat sebagai momentum yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, KPR Silika berkomitmen agar pengadaan hewan kurban melibatkan peternak lokal sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperkuat harmoni kebersamaan dengan masyarakat desa lingkar tambang.
“Kami berharap program ini dapat mempererat silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat, bahkan pemerintah setempat. Kehadiran perusahaan harus memberikan nilai tambah, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.
Dampak ekonomi dari momentum Iduladha itu juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha ternak lokal. Kaimah, salah satu penjual sapi di Desa Waemputang, mengaku permintaan hewan ternak meningkat signifikan selama musim kurban tahun ini.
“Momentum Iduladha tahun ini, penjualan hewan ternak sangat meningkat. Bagi kami para peternak, kegiatan seperti ini sangat meningkatkan pengembangan usaha ternak lokal dan harga penjualan ternak,” katanya.
Menurutnya, efek ekonomi dari pembelian hewan kurban tidak berhenti di tingkat peternak saja, tetapi ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.
“Dampak penjualan hewan ternak ini juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat Poleang Selatan, mulai dari aspek distribusi, pengolahan, hingga konsumsi daging di banyak warung makan,” ujarnya.
Sementara itu, Basri, Kepala Dusun Akacipong, menyebut program distribusi hewan kurban KPR Silika menjadi bantuan kurban pertama yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Dusun Boasing.
“Selama ini, belum ada bantuan yang dirasa masyarakat Dusun Boasing, terutama hewan kurban karena mobilisasi yang jauh dari desa induk dan selalu hanya mendapatkan dari dusun terdekat. Lewat program ini, akhirnya setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat distribusi hewan kurban. Kami sangat bersyukur karena ini pertama kalinya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Basri.
Hewan kurban tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah desa masing-masing untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat penerima berdasarkan hasil pendataan dan koordinasi pemerintah desa setempat. (===)
Editor: Muhamad Taslim Dalma












