11 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

BPR Bahteramas Bombana Cetak Pertumbuhan Kredit 64 Persen, RUPS 2026 Bidik Aset Hampir Rp25 Miliar

  • Bagikan
BPR Bahteramas Bombana Cetak Pertumbuhan Kredit 64 Persen, RUPS 2026 Bidik Aset Hampir Rp25 Miliar
BPR Bahteramas Bombana berhasil mencetak pertumbuhan kredit 64 persen pada 2025. (Foto: ISTIMEWA)

SULTRATOP.COM, KENDARI – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Bombana (Perseroda) menunjukkan kinerja yang cukup impresif sepanjang 2025.

Di tengah tantangan sektor perbankan yang semakin kompetitif, bank milik daerah tersebut berhasil mencatat pertumbuhan signifikan pada sejumlah indikator utama, mulai dari aset, kredit hingga dana pihak ketiga.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun buku 2025 PT BPR Bahteramas (Perseroda) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 yang digelar di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan laporan kinerja yang dipresentasikan dalam RUPS, aset BPR Bahteramas Bombana tumbuh 54,28 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilainya meningkat dari Rp23,45 miliar menjadi Rp36,18 miliar.

Tak hanya itu, penyaluran kredit juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Kredit gross tercatat naik 64,28 persen, dari Rp18,01 miliar menjadi Rp29,59 miliar.

Pertumbuhan serupa terjadi pada penghimpunan dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 33,27 persen menjadi Rp10,35 miliar, sementara deposito melonjak 49,59 persen menjadi Rp5,32 miliar.

Melalui pesan Whatsapp, Komisaris Utama BPR Bahteramas Bombana, Dr. Sofyan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR Bahteramas terus meningkat. Menurutnya, pertumbuhan aset dan kredit yang cukup agresif menjadi bukti bahwa peran BPR dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, semakin kuat.

“Pertumbuhan yang dicapai pada 2025 menunjukkan bahwa strategi pengembangan bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat. Kepercayaan masyarakat juga terus meningkat, terlihat dari pertumbuhan simpanan dan deposito,” ujarnya.

Meski mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat, perusahaan masih menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas. Dalam laporan yang dipaparkan, laba rugi berjalan memang menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya.

Kerugian perusahaan berhasil ditekan dari Rp8,53 miliar pada 2024 menjadi Rp7,89 miliar pada 2025 atau membaik sekitar 7,5 persen.

Namun di sisi lain, biaya operasional justru mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni 27,44 persen dari Rp3,35 miliar menjadi Rp4,27 miliar.

BPR Bahteramas Bombana Cetak Pertumbuhan Kredit 64 Persen, RUPS 2026 Bidik Aset Hampir Rp25 Miliar
Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, BPR Bahteramas Bombana menargetkan aset mencapai Rp24,58 miliar.

Direktur Operasional BPR Bahteramas Bombana, I Made Swastika Widiantara mengatakan, peningkatan biaya tersebut merupakan konsekuensi dari ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan selama setahun terakhir.

Menurutnya, peningkatan aktivitas operasional, penguatan layanan, serta pengembangan jaringan usaha turut memengaruhi kenaikan biaya.

“Yang terpenting adalah pertumbuhan bisnis tetap sehat dan terkendali. Kami terus melakukan efisiensi agar biaya yang meningkat dapat diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPR Bahteramas Bombana, Yusrianti Mansur mengungkapkan, perusahaan telah menyiapkan sejumlah target ambisius untuk 2026.

Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, BPR Bahteramas Bombana menargetkan aset mencapai Rp24,58 miliar, kredit gross Rp19,65 miliar, tabungan Rp5,78 miliar, deposito Rp5,92 miliar, DPK Rp11,70 miliar, dan ekuitas Rp8,08 miliar.

Selain target bisnis, manajemen juga menetapkan fokus utama pada peningkatan kualitas kredit dan penguatan likuiditas perusahaan.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai tidak hanya besar secara angka, tetapi juga berkualitas. Karena itu, penguatan kualitas aset dan likuiditas menjadi fokus utama kami pada 2026,” kata Yusrianti.

Dalam RBB 2026, perusahaan juga menargetkan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 9,10 persen, DPK tumbuh 13,04 persen, ekuitas meningkat 8,18 persen, serta pendapatan naik 7,99 persen.

Meski optimistis, manajemen tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan tahun depan. Beberapa di antaranya adalah potensi penurunan laba sebesar 4,80 persen, kenaikan biaya 10,62 persen, serta penurunan pinjaman hingga 11,98 persen.

Namun demikian, hasil evaluasi dalam RUPS menyimpulkan bahwa fundamental BPR Bahteramas Bombana saat ini semakin kuat. Pertumbuhan bisnis yang tinggi, peningkatan penghimpunan dana masyarakat, serta penguatan struktur permodalan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan industri perbankan pada tahun mendatang.

“RBB 2026 disusun dengan pendekatan yang lebih konservatif dan berorientasi pada kualitas pertumbuhan. Kami ingin memastikan BPR Bahteramas tetap sehat, kuat, dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” tutup Yusrianti. (—)

Kontributor: Ismu Samadhani

 

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan