10 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Sekolah di Tiga Kecamatan Kolaka Timur Ditutup Akibat Kabut Asap, Siswa Belajar dari Rumah

  • Bagikan
Sekolah di Tiga Kecamatan Kolaka Timur Ditutup Akibat Kabut Asap, Siswa Belajar dari Rumah
Ilustrasi kabut asap di Kabupaten Kolaka Timur yang menyebabkan sekolah ditutup untuk sementara. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM, KOLAKA TIMUR – Para siswa di tiga kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai belajar dari rumah hari ini, Kamis (10/9/2026), akibat asap tebal dari kebakaran lahan gambut.

Tiga wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Tinondo, Lalolae, dan Mowewe. Asap paling tebal berasal dari kebakaran rawa gambut di Tinondo dan Lalolae, kemudian terbawa angin hingga ke wilayah Mowewe.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka, mengatakan kondisi lingkungan di tiga kecamatan tersebut saat ini cukup terganggu akibat kepulan asap.

“Setelah melihat kondisi di lapangan, khususnya di tiga kecamatan, lingkungan di sana sudah tidak bersahabat akibat kebakaran rawa Tinondo dan Lalolae. Mowewe juga ikut terdampak karena asapnya terbawa ke sana,” kata Yosep di Kendari.

Sekolah di Tiga Kecamatan Kolaka Timur Ditutup Akibat Kabut Asap, Siswa Belajar dari Rumah
Plt Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kesehatan anak-anak yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kolaka Timur telah menginstruksikan kepala sekolah di wilayah terdampak agar dapat menerapkan pembelajaran secara online/daring apabila kondisi asap semakin buruk.

Melalui Surat Edaran Nomor 800.1.11/2606/DIKBUD/2026 tentang perubahan jam belajar mengajar akibat bencana karhutla, pengalihan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah tersebut berlaku selama 5 hari, mulai Kamis (10/9/2026) hingga Senin (14/9/2026).

Kebijakan tersebut bersifat situasional. Jika dalam satu atau dua hari ke depan asap berkurang dan tidak lagi mengganggu pernapasan, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilakukan secara tatap muka. Sebaliknya, jika asap semakin pekat dan meluas, pembelajaran daring akan kembali diterapkan, khususnya di tiga kecamatan terdampak.

Sekolah di Tiga Kecamatan Kolaka Timur Ditutup Akibat Kabut Asap, Siswa Belajar dari Rumah
Surat Edaran Nomor 800.1.11/2606/DIKBUD/2026 tentang perubahan jam belajar mengajar akibat bencana karhutla.

“Kalau asapnya masih melebar dan besar, kita upayakan pembelajaran secara online. Namun, gurunya tetap hadir di sekolah. Kalau satu atau dua hari sudah membaik, kembali belajar normal,” ujarnya.

Dalam surat edaran, guru dapat menggunakan media yang bisa diakses peserta didik dari rumah selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR). Media yang dapat digunakan seperti grup WhatsApp, Google Classroom, Learning Management System (LMS), maupun sarana pembelajaran interaktif lainnya.

Beban belajar selama masa darurat kabut asap juga disederhanakan dengan memprioritaskan materi esensial, seperti literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan di satuan pendidikan. Pengaturan jam kerja dapat dilakukan melalui sistem piket bergantian sesuai kebijakan kepala sekolah dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

Sekolah juga diminta menyiagakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta menyediakan kebutuhan dasar apabila terjadi kondisi darurat.

Kepada orang tua, Pemkab Koltim mengimbau agar mengawasi aktivitas anak selama berada di rumah, dengan mengurangi kegiatan di luar ruangan yang tidak diperlukan. Apabila harus keluar rumah, anak dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap.

Pelaksanaan pembelajaran daring tersebut akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan kualitas udara dan arahan pemerintah daerah.

Api Kembali Muncul dari Bawah Gambut

Selain itu, kebakaran lahan di Kolaka Timur telah berlangsung lebih dari dua pekan. Penanganan menjadi lebih sulit karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

Yosep mengatakan, pada titik kebakaran sebelumnya, api sempat hampir padam. Namun, bara kembali muncul dari bagian bawah lahan gambut dan memicu kebakaran baru. Sementara titik kebakaran lainnya kembali membesar dalam empat hari terakhir.

Kondisi tersebut menyebabkan kepulan asap kembali menyebar ke wilayah sekitar. Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur berharap pemerintah provinsi turut memberikan dukungan dan bantuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang sulit dipadamkan karena berada di kawasan lahan gambut.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur dengan adanya kejadian di Kolaka Timur ini akan memberikan bantuan kepada kami,” ujarnya. (B/ST)

 

Laporan: M11

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan