18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Libatkan Peran Perempuan Tekan Inflasi, BI Sultra–Pemkot Kendari Luncurkan Program PKK Kasoami

  • Bagikan
Libatkan Peran Perempuan Tekan Inflasi, BI Sultra–Pemkot Kendari Luncurkan Program PKK Kasoami
Peluncuran program PKK Kasoami di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan BI Sultra pada Rabu (15/4/2026). (Ismu/Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi meluncurkan program PKK Kasoami yang melibatkan peran aktif perempuan, khususnya ibu rumah tangga pada Rabu (15/4/2026).

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi menjelaskan bahwa program Kasoami merupakan singkatan dari Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi. Program itu dirancang sebagai strategi pengendalian harga dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Program Kasoami melibatkan 11 PKK kecamatan di Kota Kendari, dengan fokus pada perubahan pola konsumsi dan perilaku belanja masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap keluarga dapat menerapkan belanja bijak serta mendorong konsumsi yang lebih beragam. Dengan begitu, tekanan harga komoditas di masyarakat bisa lebih terkendali,” ujar Edwin.

Ia menilai, keterlibatan ibu rumah tangga menjadi kunci penting karena mereka berperan langsung dalam mengatur kebutuhan pangan sehari-hari.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan bahwa nama “Kasoami” bukan sekadar merujuk pada kuliner khas daerah, tetapi juga menjadi simbol ketahanan keluarga dalam menghadapi dinamika ekonomi.

“Lewat program ini, saya menitip pesan kepada ibu-ibu PKK dan juga seluruh perempuan di Kendari, jadikan rumah tangga sebagai garda terdepan dalam pengendalian inflasi,” katanya.

Siska menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah serta penerapan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas kebutuhan pangan keluarga.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari perilaku mubazir dalam konsumsi sehari-hari.

“Kita tidak ingin ada pemborosan. Kelebihan makanan seperti nasi atau sayur seharusnya bisa dikelola dengan baik, bukan terbuang. Ini menjadi peran penting PKK untuk terus mengedukasi hingga ke tingkat rumah tangga,” tegas Siska.

Ia harap, melalui program PKK Kasoami, sinergi antara pemerintah, BI, dan masyarakat mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi dari lingkup paling dasar. (*/ST)

Kontributor: Ismu Samadhani

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan