SULTRATOP.COM, KENDARI – Aktivitas layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari terbilang padat sepanjang Januari 2026. Dalam kurun satu bulan, tercatat 4.336 panggilan masuk dari masyarakat, dengan laporan terbanyak berkaitan gangguan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan kejadian pohon tumbang yang membutuhkan penanganan cepat di lapangan.
Dari total 4.336 panggilan yang diterima call taker, sebanyak 3.308 panggilan atau sekitar 76 persen dinyatakan valid. Sementara itu, 1.028 panggilan lainnya tergolong tidak valid karena masuk kategori prank call dan ghost call.
Panggilan valid tersebut kemudian ditindaklanjuti menjadi 289 tiket laporan kejadian yang diteruskan ke instansi terkait untuk penanganan di lapangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 169 laporan atau sekitar 58 persen telah selesai ditangani, sedangkan 120 laporan lainnya masih dalam proses penanganan oleh instansi teknis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan tingginya jumlah panggilan menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan darurat 112 terus meningkat.
“Data ini menandakan masyarakat sudah aktif memanfaatkan Call Center 112 untuk menyampaikan laporan maupun permintaan bantuan. Tantangan ke depan adalah memastikan respons instansi teknis di lapangan semakin cepat agar seluruh laporan dapat segera ditangani,” ujarnya.
Berdasarkan jenis laporan, pengaduan terbanyak berkaitan dengan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 55 kasus, disusul penebangan pohon sebanyak 54 kasus, serta gangguan listrik PLN sebanyak 48 kasus. Selain itu, terdapat pula laporan terkait pohon tumbang, bak sampah penuh, sampah sisa penebangan, hingga persoalan keamanan dan ketertiban umum.
Dari sisi kinerja instansi, sejumlah perangkat daerah menunjukkan respons yang cukup baik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelesaikan 23 dari 25 laporan yang diterima. Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial bahkan menuntaskan seluruh laporan masing-masing sebanyak 12 dan 13 kasus. Sementara itu, Polres dan PLN juga mencatat seluruh laporan yang masuk telah ditindaklanjuti. (B-/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno







