11 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Krisis Minyak Goreng Hantam Kendari: Pedagang Mengeluh Stok Langka, Emak-emak Menjerit Beban Belanja

  • Bagikan
Krisis Minyak Goreng Hantam Kendari: Pedagang Mengeluh Stok Langka, Emak-emak Menjerit Beban Belanja
Deretan merek minyak goreng yang paling diburu konsumen saat ini, sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan harga terjangkau. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Krisis minyak goreng mulai menghantam pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Stok yang makin langka membuat harga berbagai merek minyak goreng melonjak tajam jelang Iduladha 2026. Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor, sementara para ibu rumah tangga menjerit karena biaya belanja dapur terus membengkak.

Berdasarkan pantauan media Sultratop.com di Pasar Mandonga, Kamis (21/5/2026), kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis minyak goreng, mulai dari kemasan premium hingga minyak curah. Bahkan sejumlah pedagang mengaku pasokan barang mulai tersendat sejak usai Lebaran Idulfitri lalu.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Seorang pedagang, Nasriah, mengatakan kondisi stok minyak goreng di distributor langganannya mulai menipis sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya, harga jual di tingkat pasar ikut merangkak naik.

“Bahkan langganan tempat saya mengambil seperti produsen minyak Kunci Mas habis dibeli orang sampai tidak kebagian. Sejak saat itu barang yang kita ambil di luar mulai beranjak naik,” ungkap Nasriah kepada Sultratop.com.

Ia mengungkapkan, saat Ramadan harga minyak goreng masih relatif stabil. Namun setelah Lebaran, stok mulai terbatas dan harga perlahan melonjak.

“Dulu minyak kemasan 1 liter masih Rp20 ribu, sekarang sudah Rp25 ribu. Minyak Kita dari Bulog juga dibatasi. Biasanya kami dapat 50 dos, sekarang tinggal 20 dos, bahkan minggu lalu cuma 15 dos,” ujarnya.

Menurutnya, distributor juga meminta pedagang membatasi pembelian konsumen maksimal dua kemasan per orang karena stok yang tersedia tidak mampu memenuhi permintaan pasar.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Harifa. Ia mengaku sering menerima protes pelanggan akibat harga minyak yang terus naik dan barang yang sulit diperoleh.

“Banyak sekali pembeli mengeluh langka dan mahal. Kami juga mau order barang sering tidak ada,” katanya.

Karena pasokan terbatas dari distributor resmi, Harifa terpaksa mencari tambahan stok di sejumlah toko lain demi memenuhi kebutuhan kiosnya.

“Setiap mau pesan mereka bilang tidak ada barang,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang minyak curah, Denny, mengatakan kelangkaan minyak curah mulai terasa dalam 10 hari terakhir. Menurutnya, distributor hanya mendistribusikan sekitar 15 dos untuk setiap kios sebelum akhirnya langsung habis diserbu pembeli.

“Ada memang dibagi sekitar 15 dos untuk setiap kios, kemudian sebentar langsung habis terjual. Kami juga tidak tahu kapan ada lagi barang itu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, distributor minyak curah terkadang hanya memasok satu hingga dua kali dalam sebulan. Kondisi itu membuat minyak goreng semakin sulit ditemukan menjelang Hari Raya Iduladha.

Di sisi lain, para konsumen mulai merasakan dampak paling berat dari lonjakan harga tersebut. Seorang ibu rumah tangga, Jamilah, mengaku kesal karena kebutuhan dapur kini semakin mahal.

“Saya tidak habis pikir mahal sekali harga minyak sekarang. Sangat memberatkan kami sebagai ibu rumah tangga. Biasanya beli minyak kemasan 2 liter hanya sekitar Rp40 ribu, sekarang sudah Rp50 sampai Rp58 ribu untuk merek Bimoli,” keluhnya.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional minyak goreng premium pada 24 April 2026 tercatat mencapai Rp21.889 per liter atau naik 0,11 persen dibanding sehari sebelumnya.

Berikut daftar harga minyak goreng di Pasar Mandonga yang mengalami kenaikan.

  • Filma 1 liter Rp48 ribu sebelumnya Rp38 ribu;
  • Sania 1 liter Rp25 ribu sebelumnya Rp20 ribu;
  • Kunci Mas 1 liter Rp24 ribu sebelumnya Rp20 ribu;
  • Tropical 1 liter Rp25 ribu sebelumnya Rp20 ribu;
  • Fitri 400 mililiter Rp130 ribu satu ball sebelumnya Rp105 ribu;
  • Bimoli 2 liter Rp52 ribu sebelumnya Rp38 ribu
  • Minyak kita 2 liter Rp46 ribu sebelumnya Rp35 ribu;
  • Minyak curah Rp18 ribu sebelumnya Rp16 ribu; dan
  • Rose Brand 1 Liter Rp25 ribu sebelumnya Rp20 ribu.
    (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan