13 July 2024
Indeks

Kisah Perempuan di Konut, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Kelompok Usaha (Bagian II)

  • Bagikan

SULTRATOP.COM, KONUT – Pengembangan usaha yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut) tidak hanya pada bidang pertanian saja. Kelompok yang terdiri dari para perempuan ini juga berusaha melihat peluang lain dalam mengembangkan usahanya.

Seperti yang dilakukan oleh KWT Samacuru di Desa Lamonae Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konut. Kelompok yang digerakan oleh 25 perempuan tersebut lebih memilih untuk mengembangkan usaha abon ikan gabus.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Ketua KWT Samacuru, Hastin mengatakan bahwa usaha yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap perubahan iklim yang terjadi. Pada awal KWT Samacuru terbentuk (2021), usaha yang dikembangkan adalah keripik ubi dan pisang. Namun, melihat potensi pertanian lebih menjanjikan, kelompok tersebut kemudian beralih dengan mulai menanam sayur-sayuran.

Karena kekeringan yang terjadi akibat dampak El Nino, kelompok tersebut melihat peluang lain dengan mengembangkan usaha abon ikan gabus sejak September 2023. Kata Hastin, pemilihan usaha yang akan dijalankan tersebut merupakan keputusan hasil musyawarah yang dilakukan oleh anggota kelompoknya.

Kisah Perempuan di Konut, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Kelompok Usaha (Bagian II)

β€œKalau abon ini kan semua orang bisa konsumsi. Orang sakit juga bagus mengonsumsi abon ikan gabus ini, karena jenis ikan ini juga merupakan obat. Kalau abon ikan lain kan sudah banyak,” ungkap Hastin.

Meskipun label untuk kemasan abon ikan gabus ini sementara dalam pengurusan, peminat abon ini terbilang sudah cukup banyak. KWT Samacuru juga hanya memproduksi abon ikan gabus tersebut ketika ada orderan yang masuk.

Manfaatkan Media Sosial, Permintaan hingga ke Perusahaan Tambang

Kisah Perempuan di Konut, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Kelompok Usaha (Bagian II)

Sama halnya dengan KWT lain yang bergerak di bidang pertanian, KWT Samacuru juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp sebagai sarana yang digunakan untuk mempromosikan produk abon ikan gabusnya. Dengan demikian, produk abon ikan gabus milik KWT Samacuru tidak hanya dijual dalam kampung atau kios-kios warga, tetapi bisa menjangkau lebih banyak orang.

Sekretaris KWT Samacuru, Sitti Rahmawati mengatakan bahwa selain masyarakat dan kios-kios warga, pesanan produk abon ikan gabus kelompoknya juga datang dari instansi Pemda Konut bahkan perusahaan-perusahaan tambang.

β€œ Sampai saat ini, pesanan paling banyak itu baru 1 kilogram dengan harga Rp400 ribu. Paling standar kita jual per 100 gram di harga Rp40 ribu. Jadi pendapatan untuk ini belum menentu, sesuai dengan banyaknya pesanan,” ungkapnya.

Dengan berkembangnya usaha yang dilakukan tersebut, secara otomatis berdampak pada sisi ekonomi masing-masing angota kelompok. Kini, perempuan mempunyai pendapatan alternatif untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga.

Usaha yang dijalankan oleh perempuan dalam kelompok di Kecamatan Wiwirano tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para suami, bahkan mendapat kesan positif dari warga sekitar.

Dukungan Penuh dari Kelompok Pemuda Perempuan

Kisah Perempuan di Konut, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Kelompok Usaha (Bagian II)

Kelompok Pemuda Perempuan di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konut memberikan dukungan penuh kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam upaya mereka untuk memajukan sektor usaha yang dikembangkan KWT dan memberdayakan perempuan di pedesaan.

Dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada Jumat (19/1/2024), salah seorang anggota kelompok Pemuda perempuan Desa Lamonae Utama, Kecamatan Wiwirano, Nurma (24) mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan KWT guna meningkatkan kesejahteraan dan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi.

Dukungan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pendampingan teknis hingga akses lebih baik terhadap sumber daya. Kata Nurma, perempuan memiliki peran penting dalam pertanian atau lainnya. Namun terkadang mereka menghadapi tantangan dalam hal akses pelatihan, permodalan dan informasi.

β€œSetiap ada kegiatan yang dilakukan oleh KWT, baik itu pelatihan ataupun pembuatan produk, kita sering terlibat di dalamnya. Kami selalu mendukung aktivitas mereka untuk mewujudkan peran perempuan dalam peningkatan perekonomian,” tutur Nurma.

Nurma

Ia juga menilai bahwa kegiatan kelompok yang dilakukan oleh KWT sangat berdampak positif dan terarah, terlebih para anggotanya telah melalui berbagai pelatihan. Kendati demikian, ia mengakui bahwa pengembangan usaha yang dilakukan oleh KWT tersebut masih harus ditingkatkan lagi, mengingat produk yang dihasilkan berkualitas, terlebih wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh bahan produksi.

Kata Nurma, langkah-langkah konkret yang diambil oleh kelompok pemuda perempuan juga mencerminkan semangat kolaborasi dan keinginan untuk mencipakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dukungan tersebut, ia harap KWT dapat tumbuh dan berkembang, serta memberikan kontribusi lebih besar pada pembangunan ekonomi lokal, dan memperkuat peran perempuan di bidang pertanian.

Dampak Adanya KWT bagi Perempuan Konut

Kisah Perempuan di Konut, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Kelompok Usaha (Bagian II)

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut) ternyata memberikan dampak positif bagi perempuan di daerah itu. Keberadaan kelompok ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari.

Salah satu dampak utama adalah peningkatan taraf ekonomi perempuan. Melalui berbagai program dan kegiatan yang diinisiasi oleh KWT, para anggotanya dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang pertanian dan industri lainnya. Dengan demikian, produksi dapat meningkat, dan perempuan di daerah itu juga menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Selain itu, KWT juga memberikan platform bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mengelola usahanya. Hal tersebut menciptakan solidaritas di antara mereka dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan pertanian di Konut.

Pemberdayaan perempuan bukan hanya terbatas pada akses ekonomi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal. Melalui partisipasi aktif dalam KWT, perempuan mendapatkan kesempatan untuk berbicara, melatih kecakapan berkomunikasi dihadapan orang banyak, serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan produk, strategi pemasaran, perkembangan usaha dan kepentingan kelompok lainnya.

Secara keseluruhan, keberadaan KWT di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konut memberikan dampak positif yang signifikan bagi perempuan di daerah tersebut. Sehingga, diharapkan keberadaan kelompok ini akan terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perempuan Konut. (***)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan