SULTRATOP.COM, BAUBAU – Kawasan Kotamara di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, kini menjadi salah satu ruang publik favorit warga untuk menikmati suasana pesisir. Di balik ramainya aktivitas masyarakat yang datang untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati pemandangan laut, kawasan ini menyimpan cerita tentang perubahan eks reklamasi pantai yang dibangun pada 2010 menjadi ruang terbuka yang melekat dengan kehidupan warga Kota Baubau.
Kawasan Kotamara terletak di Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat kawasan ini mudah dijangkau masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
Saat berada di kawasan tersebut, pengunjung dapat menikmati hamparan laut yang membentang di depan mata. Angin yang berembus dari arah laut memberikan suasana sejuk, sehingga banyak warga memanfaatkan area ini untuk berjalan santai, berolahraga, maupun sekadar duduk menikmati pemandangan.
Nama Kotamara sendiri diambil dari istilah Cotta Muara atau yang biasa disebut Benteng Muara. Nama tersebut berkaitan dengan lokasinya yang berada di kawasan muara Sungai Baubau.
Kotamara merupakan eks kawasan hasil reklamasi pantai yang dibangun pada 2010. Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi ruang publik yang ramai digunakan warga untuk berbagai aktivitas.
Salah satu daya tarik yang mudah dikenali adalah keberadaan Patung Oputa Yi Koo atau Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang berdiri menghadap lautan. Patung tersebut menjadi salah satu ikon kawasan sekaligus pengingat sejarah Kesultanan Buton dan perjuangan tokoh yang dikenal sebagai pahlawan nasional asal Sulawesi Tenggara.
Selain menjadi ruang publik, Kotamara juga kerap menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat. Pada waktu tertentu, kawasan ini ramai oleh keluarga, anak-anak, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana pesisir Kota Baubau dari dekat.
Keindahan laut yang berpadu dengan langit biru juga menjadikan kawasan ini menarik untuk diabadikan melalui fotografi. Tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mengambil gambar pemandangan laut maupun ikon-ikon yang berada di sekitar kawasan.
Bagi masyarakat Kota Baubau, Kotamara bukan sekadar ruang terbuka di tepi laut. Tempat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus ruang untuk melepas penat sambil menikmati suasana pesisir yang khas di jantung Kota Baubau.
Sembari menikmati suasana, pengunjung juga dapat melihat kapal Pelni yang melintas di perairan sekitar Kotamara. Dari kejauhan, warga maupun wisatawan terkadang melambaikan tangan kepada para penumpang kapal yang sedang melintas.
Dengan pemandangan laut, ruang terbuka, ikon sejarah, serta aktivitas masyarakat yang terus berganti, Kotamara menawarkan pengalaman sederhana untuk menikmati Kota Baubau dari sisi pesisirnya. (===)
Penulis: Moch. Refa Amirul
(Founder MianaIde dan Mahasiswa S1 Sosiologi FISIP Universitas Bosowa)
Editor: Muhamad Taslim Dalma
Kotamara Baubau: dari Eks Reklamasi Pantai Menjadi Ruang Publik Favorit Warga

















