4 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Dikbud Sultra: Penurunan Populasi Usia Sekolah Sebabkan SMA Kekurangan Murid

  • Bagikan
Dikbud Sultra: Penurunan Populasi Usia Sekolah Sebabkan SMA Kekurangan Murid
Prof Aris Badara

SULTRATOP.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan penurunan populasi usia sekolah menjadi salah satu penyebab banyak SMA negeri tidak mampu memenuhi kuota penerimaan murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan hasil pemantauan selama pelaksanaan SPMB menunjukkan jumlah anak usia 13 hingga 15 tahun mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

“Sekolah SMA kekurangan peserta pendaftar sehingga memungkinkan dilakukan pengisian kursi kosong. Dari hasil monitoring kami, partisipasi anak usia 13 hingga 15 tahun mengalami penurunan karena berkurangnya populasi. Akibatnya, banyak sekolah belum memenuhi kuota,” kata Aris kepada awak media, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada SMA, tetapi juga mulai dirasakan oleh sekolah menengah kejuruan (SMK), terutama pada program keahlian keteknikan. Selain faktor penurunan populasi, distribusi calon peserta didik yang tidak merata turut memengaruhi jumlah pendaftar di sejumlah sekolah.

“Bahkan di SMK, terutama jurusan-jurusan keteknikan, kondisi yang sama juga terjadi. Selain jumlah populasi yang menurun, persebaran calon peserta didik juga tidak merata sehingga masih ada sekolah yang kekurangan siswa,” ujarnya.

Berdasarkan data Dikbud Sultra, daya tampung SMA dan SMK negeri pada SPMB 2026 mencapai 56.076 kursi. Sementara jumlah pendaftar hanya sebanyak 34.107 orang, terdiri atas 25.453 calon siswa SMA dan 8.654 calon siswa SMK.

Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 31.076 peserta dinyatakan lolos seleksi. Sisanya, kuota yang belum terisi akan dibuka kembali melalui mekanisme pengisian kursi kosong yang dijadwalkan mulai 9 Juli 2026.

Aris berharap masyarakat tidak terpaku pada sekolah-sekolah favorit. Menurutnya, seluruh satuan pendidikan memiliki standar pelayanan yang sama sehingga calon peserta didik masih memiliki peluang memperoleh pendidikan di sekolah lain yang kuotanya belum terpenuhi.

“Pada dasarnya semua satuan pendidikan itu sama. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kuota yang masih tersedia agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan,” pungkasnya. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan