19 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Bupati Azhari Ungkap Banyak yang Sakit Jiwa di Buton Tengah Karena Stres

  • Bagikan
Bupati Azhari Ungkap Banyak yang Sakit Jiwa di Buton Tengah Karena Stres
Ilustrasi warga Buton Tengah banyak yang sakit jiwa. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM, BUTON TENGAH – Bupati Buton Tengah (Buteng) Azhari mengungkap salah satu jenis penyakit yang paling banyak diderita warganya adalah penyakit jiwa. Menurut dia, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini dipicu oleh stres.

“Setelah saya perhatikan banyak yang sakit jiwa, banyak orang-orang yang stres di sini. Kemarin saya sudah kerja sama dengan Balai Sentra Meohai untuk dibawa ke Kendari beberapa orang,” ujar Azhari kepada Sultratop.com usai menghadiri Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Lakudo, Buteng, Sabtu (11/4/2026).

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Sebagai penanganan, Azhari mengupayakan agar tersedia satu ruangan khusus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buteng khusus untuk pelayanan psikis atau kejiwaan. Namun kendala saat ini belum ada dokter spesialis kejiwaan di RSUD Buteng.

Selain itu, Azhari juga akan mengupayakan layanan terapi rukiah di RSUD dengan merekrut ahli terapi spiritual. Metode dirasa perlu terutama bagi mereka yang mengidap gangguan jiwa karena stres.

Bupati Azhari Ungkap Banyak yang Sakit Jiwa di Buton Tengah Karena Stres
Bupati Buton Tengah Azhari berinteraksi dengan Direktur RSUD dr. Soraya Wildhani Jamil usai pembukaan Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Lakudo, Sabtu (11/4/2026).

Di tempat yang sama,  Direktur RSUD Buteng dr. Soraya Wildhani Jamil mengatakan sudah ada putra daerah yang diutus melanjutkan studi untuk Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ). Saat ini sudah semester 3 dan bila selesai akan membuka layanan di RSUD Buton Tengah.

Bukan hanya layanan penyakit jiwa, ke depan RSUD Buton Tengah akan menghadirkan layanan cuci darah, penanganan kanker, endoskopi, dan lainnya. Jika bisa ditangani maka pasien tidak perlu lagi pergi ke daerah lain untuk dirujuk maupun berobat.

“Jadi prioritas (layanan) 10 penyakit terbanyak itu bisa menekan angka rujukan dan peningkatan PAD (pendapatan asli daerah),” ujar Soraya.

“Menekan angka rujukan” yang dimaksud adalah upaya RSUD Buteng mengurangi ketergantungan pengiriman pasien ke fasilitas kesehatan di luar daerah dengan cara meningkatkan kapasitas layanan di dalam rumah sakit itu sendiri.

Saat ini pasien terutama dengan penyakit tertentu harus dirujuk ke rumah sakit di daerah lain karena keterbatasan dokter spesialis maupun alat medis. Dengan adanya penambahan layanan seperti kesehatan jiwa, cuci darah, kanker, dan endoskopi, pasien diharapkan dapat ditangani langsung di RSUD Buteng. (===)

 

Reporter: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan