26 May 2024
Indeks

Kenapa Permukaan Bulan Selalu Tampak Sama Dilihat dari Bumi?

  • Bagikan
Bulan diantara gelap
Bulan merupakan satelit alami Bumi. Namun jika kita memperhatikan Bulan, permukaannya akan selalu tampak sama. (Foto: Pixabay)

SULTRATOP.COM – Kenapa permukaan Bulan selalu tampak sama dilihat dari Bumi?

Bulan merupakan satelit alami Bumi. Bentuknya pun berubah-ubah, mulai dari fase sabit hingga purnama. Namun jika kita memperhatikan Bulan, permukaannya akan selalu tampak sama.

Iklan Astra Honda Sultratop

Jawabannya karena periode rotasi bulan hampir sama dengan periode orbitnya.

Bulan membutuhkan 27,3 hari untuk berotasi sekali pada porosnya. Sedangkan untuk menyelesaikan satu revolusi mengelilingi Bumi membutuhkan 29,5 hari.

Artinya, pada saat menyelesaikan satu putaran, bulan hanya mengorbit mengelilingi Bumi satu kali, menyebabkan sisi bulan yang sama selalu terlihat.

Bulan memengaruhi proses di Bumi, seperti pasang surut melalui tarikan gravitasinya. Gravitasi dari Bulan menarik lautan di Bumi menciptakan tonjolan pasang surut yang berputar di sepanjang permukaan planet saat Bulan mengorbit Bumi.

Fenomena serupa terjadi di bulan karena tarikan gravitasi dari Bumi. Karena tidak ada air di bulan, gravitasi bumi menciptakan tonjolan pasang surut di kerak bulan.

Kombinasi dari dua gaya pasang surut ini menyebabkan gesekan pasang surut antara bulan dan Bumi. Seiring waktu, hal ini menyebabkan rotasi bulan melambat hingga terkunci. Ini juga dikenal sebagai rotasi sinkron.

Sisi “Gelap” Bulan

Mungkin kita bertanya jika hanya ada satu sisi yang menghadap Bumi, bagaimana dengan sisi Bulan lainnya? Apakah kita sebut sisi gelap?

Sebenarnya kedua sisi Bulan mendapatkan jumlah sinar matahari yang sama. Hanya karena perspektif unik kita dari Bumi, hanya satu sisi yang tampak memantulkan cahaya.

Istilah ini dikenal dengan sisi jauh dan dekat Bulan. Akibat aliran lahar yang terjadi miliaran tahun lalu, sisi bulan yang menghadap Bumi relatif mulus. Aliran lahar bulan ini membentuk bintik-bintik gelap yang kita lihat di bulan dan dinamai Lunar Maria.

Namun, maria Bulan ini tidak ada di sisi jauh Bulan. Alasan teori untuk hal ini adalah karena orbit Bulan yang terkunci secara pasang surut menyebabkan kerak Bulan menjadi lebih tipis di sisi yang menghadap Bumi.

Aliran lahar mampu menembus kerak Bulan untuk mengisi kawah yang sudah ada sebelumnya, menciptakan bulan berwajah mulus seperti yang kita lihat sekarang.

Karena kerak di sisi jauh bulan lebih tebal, aliran lahar tidak dapat menembus dan mengisi kawah yang ada. Ini meninggalkan sisi jauh Bulan dengan permukaan yang jauh lebih kasar daripada sisi dekat.

Sumber: Worldatlas



google news sultratop.com
  • Bagikan