24 July 2024
Indeks

Peta Kekuatan 3 Calon Gubernur Sultra: Lumbung Suara dan Sebaran di 17 Daerah

  • Bagikan
Andi Sumangerukka - Ridwan Bae - Tina Nur Alam

SULTRATOP.COM – Sejumlah figur yang terwacana akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) terlebih dahulu menguji kekuatan di Pemilu 2024 sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI.

Dari sekian banyak yang mengemuka maju Pilgub Sultra 2024, terdapat 3 kandidat calon gubernur yang perolehan suaranya paling menonjol. Mereka adalah Andi Sumangerukka (ASR) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ridwan Bae Partai Golkar, serta Tina Nur Alam Partai Nasdem.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Dari ketiganya, yang dipastikan melenggang ke Senayan adalah Ridwan Bae dan Tina Nur Alam. Kendati ASR tak lolos tapi perolehan suara individunya tembus 96.688, lebih dari Ridwan Bae yang mendapat 84.440 dan Tina 68.683.

Dalam aturan pemilihan caleg, selain kemenangan ditentukan oleh kekuatan suara individu, juga kekuatan suara partai beserta seluruh calegnya masing-masing. ASR dalam hal ini kalah akumulasi suara (partai dan caleg).

Berikut ini, pemetaan kekuatan individu para caleg tersebut beserta partainya, dan sebaran perolehan suara di 17 daerah (kabupaten/kota) se-Sultra berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara KPU Provinsi Sultra.

Andi Sumangerukka – PPP

Dibanding dua figur lainnya, Andi Sumangerukka (ASR) tergolong baru terjun di dunia politik. Sebelumnya dia adalah perwira TNI dengan pencapaian puncak berpangkat Mayjen TNI yang pernah menjabat Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin (2020-2021).

ASR pernah menjadi Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo (2012-2013) dan Kepala BIN Daerah Sultra (2015-2019).  Setelah pensiun pada Tahun 2021, ASR mulai aktif berpolitik dan langsung menarget kontestasi pemilihan gubernur.

Awalnya dia dekat dengan Gerindra, bahkan partai besutan Prabowo Subianto ini pernah menyatakan dukungan terhadap ASR untuk maju pilgub. Di kemudian hari, ASR lebih dekat dengan PPP dan pada Juni 2023 terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sultra.

Di tengah sosialisasinya yang akan maju Pilgub, ASR rupanya juga maju sebagai Caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sultra lewat partai yang dipimpinnya, PPP. Di partai yang berasas Islam ini, ASR menjadi nomor urut 1.

Hasil perolehan suaranya mencapai 96.688 yang membuatnya jadi peringkat 1 di partai berlambang ka’bah ini. Namun PPP tidak masuk 6 besar dalam pemeringkatan perolehan suara sehingga tidak kebagian kursi DPR RI Dapil Sultra, dan secara nasional terancam tidak memenuhi parliamentary threshold 4% suara sebagai syarat untuk diikutkan dalam penentuan kursi di DPR.

ASR mendapat suara terbanyak di Kota Kendari yang mencapai 20.571 suara, kemudian Kolaka 13.243, dan Bombana 11.102 suara. Ketiga daerah ini jadi lumbung suara ASR terbesar dibanding daerah lainnya.

Distribusi suara ASR di daerah lain yakni Konawe 7.903, Muna 6.890, Buton 2.551, Konawe Selatan (Konsel) 6.838, Wakatobi 1.460, Kolaka Utara 4.114, Konawe Utara 1.921, Buton Utara 1.195, Kolaka Timur 5.763, Konawe Kepulauan 1.950, Muna Barat 2.214, Buton Tengah 1.363, Buton Selatan 613, dan Kota Baubau 6.997.

Sementara total suara ASR tambah suara caleg lain dan suara partai politik (PPP) adalah 118.350. Dengan jumlah itu, PPP hanya mampu finis di peringkat 7, yang artinya tidak berhak mendapatkan kursi DPR RI (kuota hanya 6).

Ridwan Bae – Golkar

Selain pernah menjadi Bupati Muna dua periode (2000-2005 dan 2005-2010), Ridwan Bae juga adalah Anggota DPR RI dua periode (2014-2019 dan 2019-2024). Dia juga pernah menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Golkar Provinsi Sultra dari 2008 hingga tahun 2020.

Ridwan Bae sudah pernah maju dalam Pilgub Sultra 2012 berpasangan dengan Haerul Saleh (Aco) tapi kalah oleh pasangan Nur Alam-Saleh Lasata. Dia sempat terwacana maju Pilgub Sultra 2018 tapi tidak jadi, yang mana Golkar mengusung pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas. Kali ini pada Pilgub 2024, akankah Ridwan Bae maju Pilgub masih tanda tanya.

Di Pilcaleg 2024 ini Ridwan Bae meraih total suara individu sebesar 84.440 suara. Lumbung suaranya berasal dari tiga daerah yakni suara terbanyak dari Muna sebesar 22.501, Muna Barat 11.253, dan Kota Kendari 9.834 suara.

Distribusi suara Ridwan Bae di daerah lain yakni Kolaka 4.208, Konawe 3.884, Buton 3.579, Konawe Selatan 7.904, Bombana 1.772, Wakatobi 2.089, Kolaka Utara 886, Konawe Utara 2.080, Buton Utara 2.437, Kolaka Timur 2.452, Konawe Kepulauan 1.561, Buton Tengah 2.121, Buton Selatan 2.685, dan Baubau 3.194 suara.

Total suara Ridwan Bae tambah suara caleg lain dan suara partai politik (Golkar) adalah 149.788. Dengan jumlah suara sebesar itu, Golkar bertengger di peringkat 5 dan berhasil mengamankan 1 kursi DPR RI yang tentu diisi oleh Ridwan Bae.

Tina Nur Alam–Nasdem

Sebelum terjun aktif di dunia politik mengikuti jejak sang suami Nur Alam, Tina adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan nama Asnawati Hasan. Berbagai jabatan di pemerintahan pernah dijalaninya, misal Kepala Sub Bidang di BAPPEDA bagian Pertambangan dan Energi Provinsi Sultra (2004).

Saat Nur Alam mulai menjabat Gubernur Sultra pada 2008, Tina masih aktif sebagai PNS. Sejumlah jabatannya adalah Kepala Bagian di SETDA Provinsi Sultra  bagian Tatalaksana (2009), dan Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra (2012).

Jelang Pemilu 2014 dan memasuki periode kedua sang suami menjabat gubernur, Tina mulai resmi masuk ke dunia politik dengan mendaftar sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI lewat Partai Amanat Nasional (PAN).

Di PAN saat itu yang masih dinakhodai Nur Alam, Tina bersaing dengan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida. Hasilnya, PAN berhasil mengamankan satu kursi DPR RI dan suara Tina tak terbendung di antara sesama caleg PAN.

Pada Pemilu 2019, Tina berpindah partai dari PAN ke Nasdem. Lewat partai barunya ini, Tina kembali melenggang mulus ke Senayan. Lewat Nasdem pula, ia kembali berkontestasi sebagai Caleg DPR RI pada Pemilu 2024.

Pada Pemilu 2024 ini, kontestasi di Nasdem untuk caleg DPR RI Dapil Sultra sangat ketat dengan adanya tokoh sekaliber Ali Mazi yang baru saja selesai menjabat Gubernur Sultra dan mantan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa.

Meski bersaing dengan dua tokoh itu, kans Tina sendiri ternyata tak memudar. Dia berhasil mengumpulkan 68.683 suara, unggul tipis dari Ali Mazi yang meraih 68.099 suara, sementara Kery hanya mengumpulkan 47.966 suara.

Karena Nasdem hanya mendapat satu kursi maka Tina yang berhak kembali ke Senayan. Lumbung suara Tina ada di tiga daerah yakni Konawe dengan jumlah 13.915, di Konawe Selatan 12.889, dan di Kendari 14.652 suara.

Distribusi suara Tina di daerah lain yakni Kolaka 4.514, Muna 2.031, Buton 827, Bombana 2.101, Wakatobi 2.005, Kolaka Utara 431, Konawe Utara 2.289, Buton Utara 2.238, Kolaka Timur 3.868, Konawe Kepulauan 2.874, Muna Barat 712, Buton Tengah 501, Buton Selatan 650, dan Baubau 2.186.

Total suara Tina tambah suara caleg lain dan suara partai politik (PAN) adalah 207.276. Dengan jumlah suara sebesar ini, Nasdem berada di peringkat 2, di bawah Partai Gerindra yang meraih total 233.478 suara. (===)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan