3 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kronologi 2 dari 11 Tahanan Kabur di Polres Kolaka Utara Berhasil Ditangkap

  • Bagikan
Kronologi 2 dari 11 Tahanan Kabur di Polres Kolaka Utara Berhasil Ditangkap
Salah satu tahanan yang kabur dari sel Mapolres Kolaka Utara (Kolut) berhasil diamankan kembali tidak lama setelah melarikan diri. (Foto: Istimewa)

SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA – Aparat kepolisian berhasil menangkap kembali dua dari 11 tahanan yang kabur dari ruang tahanan Mapolres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebelumnya mereka berhasil kabur pada Kamis (2/7/2026) dini hari tadi.

Sementara itu, sembilan tahanan lainnya masih diburu dan diduga masih berada di wilayah Kolaka Utara setelah melarikan diri melalui ventilasi di bilik jemuran kompleks sel tahanan.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Kapolres Kolaka Utara AKBP R. Todoan Agung Gultom, S.I.K. mengatakan, usai kejadian pihaknya langsung memimpin upaya pencarian dan penyisiran untuk melacak keberadaan para tahanan yang kabur.

Dari 11 tahanan yang melarikan diri, dua orang berhasil diamankan di lokasi berbeda. Muh. Sidik ditangkap di Desa Simbula, sedangkan Sahrul ditemukan di Desa Ranteangin. Adapun sembilan tahanan lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolres menjelaskan, peristiwa kaburnya para tahanan terjadi sekitar pukul 03.30 Wita. Mereka tidak keluar melalui pintu utama ruang tahanan, melainkan memanfaatkan bilik jemuran yang masih berada di dalam kompleks sel tahanan. Bilik tersebut memiliki ventilasi yang dilengkapi terali sebagai akses masuk cahaya matahari dan sirkulasi udara.

Di titik yang minim pengawasan itu, para tahanan diduga merusak terali bagian atas ventilasi, kemudian memanjat menggunakan selang air hingga mencapai atap bangunan.

“Untuk menuju bilik jemuran harus melewati bilik utama yang biasa digunakan tahanan melaksanakan salat berjamaah. Sekitar pukul 03.30 Wita mereka masuk ke bilik jemuran, kemudian merusak ventilasi dan keluar melalui bagian atas,” ujar Todoan.

Para tahanan diduga membuat tangga secara mandiri untuk mencapai ventilasi. Setelah berada di atap, mereka menyambung beberapa sarung menjadi satu sebagai alat untuk menuruni tembok pembatas ruang tahanan yang diperkirakan setinggi lima meter sebelum akhirnya melarikan diri.

Todoan menambahkan, informasi yang beredar di media sosial mengenai penggunaan gergaji besi untuk memotong terali belum dapat dipastikan. Pasalnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas tidak menemukan gergaji besi di lokasi. Meski demikian, kepolisian masih mendalami penyebab dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Ia pun mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila melihat atau mengetahui keberadaan sembilan tahanan yang masih buron.

“Jadi saya memohon bantuan kepada masyarakat ataupun rekan-rekan agar semua tahanan ini berhasil kita amankan,” pungkasnya. (B/ST)

 

‎Kontributor: Rusman Edogawa

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan