SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat mendapat keluhan dari keluarga pasien. Keluhan tersebut terkait pasien IGD yang tidak bisa mendapatkan obat yang telah diresepkan oleh dokter karena belum adanya petugas di Instalasi Farmasi, RSUD tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Muna Barat, dr. Muh. Syahril Fitrah mengungkapkan bahwa pagi tadi memang ada pasien IGD membutuhkan alat medis berupa nasal kanul (selang oksigen) dan langsung diresepkan dokter jaga untuk pergi mengambilnya di apotek RSUD.
Namun, lanjut Syahril Fitrah, ketika tiba di apotek tidak ada petugas yang siaga. Petugas jaga sedang pergi melaksanakan salat Iduladha.
“Karena belum datang petugas jaga, keluarga pasien kembali ke IGD dan dokter jaga menghubungi petugas jaga untuk menanyakan solusinya. Kemudian, petugas apotek menanyakan kalau mendesak, ia meminta tolong ke perawat di IGD untuk datang mengambil alat medis yang dibutuhkan tersebut,” kata dr. Syahril Fitrah dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (27/5/2026) malam.
Kata Syahril, karena perawat di IGD sementara menangani pasien, dokter jaga meminta tolong kepada salah satu keluarga pasien yang profesinya sebagai bidan. Keluarga pasien itu juga pernah bertugas di RSUD, maka dia yang pergi mengambil alat medis tersebut di apotek RSUD.
“Tidak lama keluarga pasien ke apotek RSUD, petugas jaga juga sudah sampai dan langsung mengambilkan nasal kanul tersebut. Ini hanya miskomunikasi. Yang sebenarnya itu bukan keluarga pasien yang mengambil obat di apotek RSUD, tetapi petugas jaga yang mengambilkannya,” tuturnya.
Terkait kejadian ini, Syahril menyampaikan permohonan maaf dan akan menjadi bahan evaluasi manajemen RSUD Muna Barat ke depannya. Ia menambahkan karena kondisi hari ini bertepatan dengan hari raya, pihaknya tetap melayani pasien dan tadi ada sedikit keterlambatan dari petugas jaga tetapi semua bisa teratasi dengan baik. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma















