11 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Penjualan Kambing Kurban Anjlok di Kendari, Pedagang Pilih Main Aman

  • Bagikan
Penjualan Kambing Kurban Anjlok di Kendari, Pedagang Pilih Main Aman
Kambing yang dijual di Kota Kendari, ukuran standar dipasarkan mulai Rp2,5 juta, sedangkan ukuran besar dibanderol lebih dari Rp6 juta per ekor. (Ismu/Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Penjualan kambing kurban di Kota Kendari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah (2026) mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi pasar yang lesu membuat sejumlah pedagang memilih bermain aman dengan mengurangi stok penjualan demi menghindari kerugian akibat hewan kurban yang tidak habis terjual.

Kondisi itu dirasakan Ardi (39), pemilik lapak Jaya Kambing di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Ia mengaku penjualan tahun ini jauh berbeda dibanding Iduladha 2025 lalu yang lebih ramai sejak awal masa penjualan.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Menurutnya, tahun lalu ia mampu menyediakan lebih dari 300 hingga mendekati 400 ekor kambing untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. Namun pada musim kurban tahun ini, jumlah stok sengaja dikurangi dan hanya berada di kisaran 200 ekor.

“Sekarang stok tidak sebanyak tahun lalu. Dulu bisa lebih dari 300 sampai 400 ekor, sekarang sekitar 200-an saja,” katanya, Senin (25/5/2026).

Ardi mengatakan, lesunya pasar mulai terasa sejak pekan pertama penjualan. Dalam sehari, kambing yang terjual hanya berkisar satu hingga dua ekor. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, pembeli sudah mulai ramai berdatangan.

Lonjakan penjualan baru terlihat beberapa hari terakhir dengan angka transaksi mencapai 10 hingga 20 ekor per hari. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai belum mampu menyamai ritme penjualan Iduladha tahun sebelumnya. Saat ini, total kambing yang dipasarkan di lapaknya mencapai sekitar 250 ekor.

Kambing-kambing tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga wilayah lokal Sulawesi Tenggara (Sultra) seperti Konawe Selatan (Konsel). Seluruh hewan yang dijual dipastikan telah memenuhi syarat usia kurban minimal satu tahun.

Untuk harga, kambing ukuran standar dijual mulai Rp2,5 juta per ekor, sementara ukuran besar dibanderol lebih dari Rp6 juta. Namun tahun ini, pola belanja masyarakat disebut ikut berubah.

“Sekarang yang banyak dicari ukuran biasa. Pembeli rata-rata mempertimbangkan kondisi keuangan,” ujarnya.

Hingga kini, sekitar 180 ekor kambing telah terjual, sementara sisanya masih menunggu pembeli menjelang puncak Iduladha. Ardi menilai perubahan paling terasa terjadi pada waktu transaksi yang cenderung mundur dibanding tahun lalu.

“Biasanya seminggu sebelum lebaran sudah ramai. Sekarang baru terasa mendekati hari H,” katanya.

Ia menduga kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi turunnya daya beli. Akibatnya, warga kini lebih selektif dalam memilih hewan kurban, terutama untuk kategori harga menengah hingga tinggi. (B/ST)

 

Kontributor: Ismu Samadhani

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan