24 February 2024
Indeks

Puncak Musim Hujan Maret hingga Juni 2024, Warga Sultra Harus Waspada

  • Bagikan
Ilustrasi Hujan. (Foto: Pixabay)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari menyatakan bahwa puncak musim penghujan 2024 di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) akan terjadi pada rentang waktu Maret hingga Juni.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie mengatakan bahwa puncak musim hujan di wilayah Sultra berbeda-beda. Namun, secara umum beberapa wilayah di Sultra puncak hujan itu terjadi pada bulan Maret hingga Juni.

Iklan Astra Honda Sultratop

“Jadi Maret, April, Mei itu untuk selalu melakukan tindakan nyata untuk mengantisipasi puncak musim hujan. Yang kita rasakan sekarang paling seminggu 2 atau 3 kali hujan. Namun, pada puncaknya bisa terjadi 5 sampai 6 hari,” ungkap Faizal via telepon WhatsApp pada Senin (15/1/2024).

Pada puncaknya, hujan juga tidak terjadi pada waktu tertentu tapi bisa terjadi setiap waktu. Hal tersebut dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya.

Faizal menegaskan bahwa saat ini wilayah Sultra sudah memasuki musim penghujan dan tidak lama lagi akan masuk puncak musim penghujan. Untuk itu, masyarakat harus waspada dan melakukan tindakan nyata guna mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi.

Ia juga mengatakan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi saat ini diakibatkan oleh beberapa faktor seperti faktor regional dan faktor lokal.

Faktor regional yang dimaksud yaitu aktifnya gelombang ekuatorial seperti Rossby dan lainnya ditambah dengan kelembapan wilayah di Sultra, terjadinya perlambatan kecepatan angin di wilayah Sultra, serta support pada air laut yang cenderung cukup hangat yang menambah pertumbuhan awan hujan secara masif.

Pertumbuhan awan hujan tersebut akan cukup dirasakan hingga beberapa hari ke depan yang dapat mengakibatkan hujan ringan, sedang hingga lebat disertai guntur dan angin kencang, sehingga harus dapat diwaspadai.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan dan mempersiapkan diri dengan bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi pada musim hujan. Masyarakat juga diminta untuk terus meng-update perkembangan cuaca yang dikeluarkan BMKG dan tidak menyebarkan hoaks yang dapat membuat kegaduhan dan kecemasan masyarakat. (***)

 

Penulis: M1

google news sultratop.com
  • Bagikan